Cerita di Balik Pembangunan Rumah Sakit Wakaf di Bogor

Program Rumah Sakit Wakaf dirancang dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 231 miliar.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 01 November 2026, 10:57 WIB
Rencana pembangunan Rumah Sakit Wakaf Bogor

Liputan6.com, Jakarta - Cinta Quran Foundation (CQF) bersama Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) berkolaborasi, meluncurkan Program Rumah Sakit Wakaf. Kerja sama ini untuk memperkuat pelayanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas layanan, serta pengelolaan manfaat wakaf yang berkelanjutan.

Founder Cinta Quran Foundation Ustaz Fatih Karim mengatakan, kolaborasi ini tidak hanya mencakup pembangunan dan pengembangan infrastruktur rumah sakit, tetapi juga penguatan pelayanan.

"Kemudian kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai inisiatif sosial di bidang kesehatan," kata Fatih Karim dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).

Fatih Karim menceritakan sejumlah alasan di balik pembangunan Rumah Sakit Wakaf ini. Berdasarkan data internal RSIB, jumlah kunjungan pasien meningkat dari 57.816 kunjungan pada 2021 menjadi 97.148 kunjungan pada 2024. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 68 persen dalam tiga tahun.

"Peningkatan ini mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan RSIB sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit," jelasnya.

Selain itu, data rumah sakit tahun 2025 juga menunjukkan bahwa sekira 85 persen komposisi pasien merupakan peserta BPJS, sementara 15 persen lainnya merupakan pasien non-BPJS.

Hal ini dinilai pentingnya pengembangan rumah sakit yang mampu menjaga akses pelayanan bagi masyarakat luas sekaligus membangun model pendanaan yang berkelanjutan.

"RSIB merupakan rumah sakit berbasis wakaf yang dikelola oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor. Dengan landasan tersebut, pengembangan RSIB tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan medis, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat sosial bagi masyarakat," lanjutnya.

Momentum peluncuran yang bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia juga menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pelayanan penyakit stroke di Indonesia.

Sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, RSIB diarahkan untuk memiliki stroke center dengan peningkatan kemampuan pelayanan secara bertahap, termasuk penguatan fasilitas medis, teknologi diagnostik, dan sumber daya manusia.

Pengembangan fisik direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027 secara bertahap, dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan yang berjalan seiring dengan tahapan pengembangan rumah sakit.

Program Rumah Sakit Wakaf dirancang dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 231 miliar guna mendukung agenda pengembangan dan penguatan rumah sakit.

"Melalui pendekatan wakaf produktif, program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas kesehatan, tetapi juga menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan," lanjutnya.

Manfaat tersebut direncanakan mencakup bantuan pelayanan kesehatan bagi pasien duafa dan ulama, serta dukungan beasiswa bagi tenaga kesehatan sebagai bagian dari penguatan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan.

"Dengan demikian, kontribusi masyarakat diharapkan mampu mendukung dua tujuan sekaligus, yaitu memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan dan memperluas manfaat sosial dari pengelolaan program wakaf," pungkasnya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Ustaz Fatih Karim dan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor Dwi Sudharto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya