Lubang Galian Proyek di Cilincing Makan Korban Jiwa

Seorang bocah meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di genangan air yang berada di lubang galian tersebut.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 31 Oktober 2026, 15:29 WIB
Ilustrasi lubang galian proyek yang merenggut nyawa seorang bocah. (Freepic)

Liputan6.com, Jakarta - Lubang galian proyek di kawasan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, memakan korban jiwa. Seorang bocah berinisial FP meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di genangan air yang berada di lubang galian tersebut bersama temannya.

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat, 30 Oktober 2026. Saat itu, korban bersama tiga temannya bermain di area proyek dan berencana berenang di lubang galian yang terisi air.

“Pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 WIB korban bersama 3 orang temannya bermain di proyek Nindya Karya (NK) untuk berenang di galian NK yang ada airnya,” kata Bobi dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Korban bersama seorang temannya kemudian masuk ke dalam lubang galian tersebut. Namun, keduanya tidak mampu berenang sehingga berusaha meminta bantuan kepada dua teman lainnya.

“Karena tidak bisa berenang kemudian korban dan saksi 1 meminta tolong kepada saksi 2 dan saksi 3. Selanjutnya saksi 2 dan saksi 3 langsung berteriak meminta tolong,” ujarnya.

Teriakan tersebut didengar dua orang lainnya yang sedang melintas menggunakan mobil bersama teman-temannya. Mereka langsung turun tangan menolong kedua bocah tersebut.

“Saat ditolong korban sudah tenggelam tidak sadarkan diri dan saksi 1 masih sempat sadar dan sempat diselamatkan,” ungkap Bobi.

 

1 Korban Selamat

Warga kemudian membawa FP ke Rumah Sakit Pekerja Sukapura. Namun, dokter jaga instalasi gawat darurat (IGD) menyatakan korban telah meninggal dunia. Sementara teman korban yang selamat dibawa pulang ke rumahnya.

Bobi mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, lubang galian tersebut sengaja dibuat untuk mencari air guna mencuci mobil proyek.

“Menurut saksi 3 dan saksi 4 bahwa galian tersebut sengaja digali untuk mencari air buat mencuci mobil proyek,” jelasnya.

Saat ini, jenazah FP dimakamkan oleh pihak keluarga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya