Menyusuri Medan Terjal untuk Mengembalikan Orangutan ke Habitatnya

oleh Budy SantosoDiterbitkan 31 Oktober 2026, 11:31 WIB
Menyusuri Medan Terjal untuk Mengembalikan Orangutan ke Habitatnya
Tim gabungan pegiat konservasi dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melepasliarkan gelombang terakhir dari sembilan orangutan hasil penyelamatan kebakaran hutan ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Untuk mencapai lokasi pelepasan di kawasan hutan seluas 23.000 hektare tersebut, tim harus menempuh perjalanan menggunakan mobil, perahu atau kayak, hingga berjalan kaki selama berjam-jam sambil membawa kandang besi melewati medan terjal dan licin serta arus sungai. Dokter hewan YIARI, drh. Ishma Maula, menyebut pelepasliaran perlu segera dilakukan karena orangutan mengalami stres berat akibat trauma asap kebakaran selama masa karantina 4–8 minggu hingga menunjukkan perilaku abnormal. Saat kandang dibuka, induk orangutan bernama Mama Angelo bersama anaknya langsung memanjat pohon tinggi dan kembali ke habitat alaminya.
Tim konservasi bersama warga setempat membawa kandang transportasi berisi orangutan yang telah menjalani rehabilitasi di dekat Desa Batu Lapis, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2026). Sebanyak sembilan orangutan berhasil diselamatkan dari kebakaran hutan yang melanda habitat mereka di wilayah Ketapang pada Agustus dan September 2026. Setelah menjalani proses rehabilitasi, orangutan tersebut secara bertahap dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Salah satunya adalah seekor induk orangutan bersama anaknya yang langsung memanjat pepohonan dan menghilang di antara rimbunnya kanopi hutan setelah kandang dibuka. (Ilham Pratama/AFP)
Seekor orangutan bergerak di antara dahan pepohonan setelah dilepasliarkan di Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2026). Orangutan tersebut merupakan satu dari sembilan individu yang diselamatkan dari kebakaran hutan dan dikembalikan ke habitat alaminya. (Ilham Pratama/AFP)
Seekor orangutan hasil rehabilitasi memanjat dahan pepohonan setelah dilepasliarkan di Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2026). Orangutan tersebut merupakan satu dari sembilan orangutan yang diselamatkan dari kebakaran hutan pada Agustus dan September 2026. (Ilham Pratama/AFP)
Seekor orangutan menjulurkan jari-jarinya melalui jeruji kandang besi yang ditutupi dedaunan selama perjalanan menuju lokasi pelepasliaran di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2026). Orangutan tersebut merupakan satu dari sembilan individu yang diselamatkan dari kebakaran hutan di wilayah tersebut. (Ilham Pratama/AFP)
Tim konservasi bersama warga setempat membawa kandang transportasi berisi orangutan yang telah menjalani rehabilitasi di dekat Desa Batu Lapis, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2026). Sebanyak sembilan orangutan berhasil diselamatkan dari kebakaran hutan yang melanda habitat mereka di wilayah Ketapang pada Agustus dan September 2026. Setelah menjalani proses rehabilitasi, orangutan tersebut secara bertahap dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Salah satunya adalah seekor induk orangutan bersama anaknya yang langsung memanjat pepohonan dan menghilang di antara rimbunnya kanopi hutan setelah kandang dibuka. (Ilham Pratama/AFP)
Tim konservasi memasang pelampung keselamatan berwarna kuning pada kandang berisi orangutan hasil rehabilitasi sebelum diangkut menggunakan perahu motor di dekat Desa Batu Lapis, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2026). Orangutan tersebut merupakan satu dari sembilan individu yang diselamatkan dari kebakaran hutan. (Ilham Pratama/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya