Liputan6.com, Buenos Aires - Para ahli paleontologi telah mengidentifikasi genus dan spesies baru dinosaurus megaraptorid berdasarkan kerangka yang tidak lengkap yang ditemukan di Patagonia utara, Argentina.
Dikutip dari Sci News, Senin (2/11/2026), spesies yang baru saja dideskripsikan ini termasuk dalam keluarga Megaraptoridae, sekelompok theropoda berukuran sedang hingga besar yang dikenal memiliki tungkai belakang ramping, gigi yang sangat melengkung, dan cakar besar di tangan mereka.
Advertisement
Predator purba yang diberi nama Rinconraptor pipoae ini pernah berkeliaran di planet Bumi pada zaman Kapur Akhir, sekitar 83 juta tahun yang lalu.
"Keluarga Megaraptoridae pertama kali diakui satu dekade lalu dan mencakup theropoda berukuran sedang hingga besar dengan beberapa ciri khas, termasuk gigi yang sangat melengkung dengan bentuk luar menyerupai angka delapan, tulang tungkai belakang yang memanjang dan ramping, elemen tengkorak dan tulang belakang yang sangat berongga, serta cakar tangan yang besar dan tajam," tutur paleontolog CONICET Ariel Hernan Mendez dan rekan-rekannya.
"Sisa-sisa fosil megaraptoran telah ditemukan tidak hanya di Argentina, tapi juga di Brasil, Australia, Thailand, dan Jepang."
"Catatan fosil megaraptorid masih langka dan terpisah-pisah, sehingga hubungan filogenetik kelompok ini menjadi bahan perdebatan di kalangan para ahli."
Sisa-sisa fosil Rinconraptor pipoae ditemukan di Cerro Overo, sekitar 50 kilometer di sebelah barat daya kota Rincon de los Sauces, Patagonia, Argentina.
"Spesimen-spesimen ini berasal dari Formasi Bajo de la Carpa, sebuah unit integral dari Subkelompok Rio Colorado dalam Kelompok Neuquen, yang berasal dari periode Kapur Atas di Cekungan Neuquen," tutur para paleontolog.
"Di seluruh wilayah cekungan ini, formasi ini mencatat berbagai paleoenvironment (lingkungan purba) yang dipengaruhi oleh sistem pengendapan angin dan sungai."
Keberadaan Dua Predator di Waktu yang Sama
Spesimen utama terdiri dari 10 tulang belakang ekor, sebagian tulang dari bagian bawah ekor, ujung bawah tulang lengan atas kiri, dan ujung atas tulang kering kanan.
Tibia masih tertanam dalam batuan, sedangkan tulang-tulang lainnya tersebar di permukaan dalam area seluas sekitar 4 meter persegi.
Dengan membandingkan tulang belakangnya dengan kerabatnya yang lebih terkenal, para peneliti memperkirakan bahwa Rinconraptor pipoae memiliki panjang sekitar 7 meter. Mereka juga menghitung bahwa hewan ini memiliki lebih dari 40 hingga 45 segmen ekor, pola yang mirip dengan Tyrannosaurus.
Dr. Mendez dan rekan penulisnya juga mendeskripsikan beberapa tulang megaraptorid lain di wilayah yang sama yang tidak dapat mereka identifikasi ke dalam spesies tertentu. Perkiraan panjang tubuhnya berkisar antara sekitar 6 hingga 8,5 meter.
"Keberadaan megaraptorida berukuran sedang dan besar di wilayah Cerro Overo-La Invernada selama periode Santonian bertepatan dengan temuan abelisauridae berukuran sedang dan besar," tutur para ilmuwan.
"Keberadaan dua kelompok predator puncak yang hidup pada waktu dan tempat yang sama mungkin telah memicu persaingan dalam memperebutkan sumber daya."
"Namun, catatan fosil theropoda di wilayah tersebut mungkin menunjukkan adanya pemisahan relung ekologis yang ditempati oleh perwakilan kedua kelompok dinosaurus karnivora tersebut, untuk menghindari persaingan langsung atas sumber daya dan memungkinkan mereka hidup berdampingan."
"Hal ini sangat relevan di kawasan Cerro Overo-La Invernada, yang merupakan ekosistem dengan keanekaragaman hayati fauna yang tinggi, termasuk sauropoda titanosaurus, serta ornithopoda dari kelompok Elasmaria dan yang belum dapat diidentifikasi, di antara spesies-spesies lainnya."
Penelitian ini terbit secara daring di bulan ini di jurnal Palaeontologia Electronica.