Dea Panendra Cerita Perbedaan Hidup di Indonesia dan Portugal

Dea Panendra ungkap pengalaman setahun tinggal di Portugal, dari jalan kaki hingga 20 ribu langkah sampai sulit beradaptasi dengan cuaca dingin. Simak ceritanya

oleh Renisya Satya PutriDiterbitkan 30 Oktober 2026, 11:40 WIB
Dea Panendra (Daniel Kampua/Fimela.com)

Liputan6.com, Jakarta - Dea Panendra pernah tinggal sekitar setahun di Portugal bersama suaminya, Rui Gomes yang merupakan warga sana. Selama di luar negeri, ia mengaku banyak menyesuaikan diri dengan kebiasaan setempat. Salah satunya soal jalan kaki.

"Di Portugal seru, sering jalan ya. Sekarang kan kalau di Indonesia jalan paling 500 langkah, kalau di Portugal bisa 10.000 sampai 20.000 langkah sampai jempol kaki berdarah," ujar Dea Panendra saat ditemui di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, belum lama ini.


Perbedan Kebiasaan di Dua Negara

Dea Panendra pulang ke Indonesia usai tinggal di Portugal - © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Jalan kaki juga menjadi hal yang paling membuat Dea kaget. Di Indonesia, ia terbiasa memakai kendaraan online ke mana-mana. Kebiasaan itu berbeda jauh dengan warga Portugal.

"Oh iya, pasti. Culture shock-nya yang jelas jalan kaki sih, karena orang-orang di sana jalan kan. Kalau kita di sini ke mana-mana selalu pakai kendaraan online dan segala macam, jalan lumayan capek," jelasnya.


Urusan Makanan dan Berbelanja

Cara berbelanja pun berbeda. Dea harus membawa sendiri belanjaannya, tidak seperti di Indonesia yang bisa dipesan lewat aplikasi. Untuk urusan makanan, ia mengaku tidak mengalami kesulitan.

"Terus belanja. Kalau kita di sini belanja bisa pakai online, di sana belanja digotong sendiri dan segala macam," katanya.

"Cuma kalau masalah makanan cocok, karena mereka juga makan nasi, sama makan ceker. Ceker ayam juga, dan tutut mereka makan," ucapnya.


Sulit Adaptasi dengan Cuaca

Hal lain yang membuat Dea sulit beradaptasi adalah cuaca. Ia mengaku tidak kuat dingin. Suaminya pun akhirnya lebih betah di Indonesia.

"Sebenarnya lebih ke cuacanya aja sih, karena aku enggak kuat dingin. Di rumah aja kadang-kadang AC dimatiin," katanya.

"Jadi sebenarnya enggak kuat sama dinginnya aja. Suami aku juga lebih suka Indonesia karena memang iklimnya tropis dan orang-orangnya menyenangkan," sambungnya.


Suami Ajak ke Tempat Warlok

Dea juga ditanya soal tempat tersembunyi yang pernah ia kunjungi di Portugal. Jawabannya berkaitan dengan asal suaminya. Sang suami lebih suka mengajaknya ke tempat-tempat lokal.

"Sebenarnya bukan hidden gem, karena suamiku memang orang Portugal. Jadi dia memang selalu datang ke tempat-tempat yang lokal aja, yang benar-benar enggak ada turis dan segala macam," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya