Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko menilai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mampu mengubah kondisi industri otomotif secara keseluruhan, terkhusus dari sektor energi.
Selain menawarkan efisiensi biaya operasional, penggunaan mobil atau motor bertenaga baterai ini, juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, dan juga kondisi keuangan negara.
Advertisement
Disampaikan Moeldoko, saat membuka Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, kehadiran EV bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tapi juga membawa transformasi dari sisi ide, konsep, teknologi, hingga pemanfaatan energi.
"Bahwa ternyata EV itu adalah sebuah game changer. Di mana game changer-nya? Yang pertama, EV terjadi membawa sebuah transformasi. Transformasi ide, konsep, transformasi teknologi, transformasi energi. Ada di situ semua," ujar Moeldoko, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Moeldoko menjelaskan, salah satu manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh pengguna EV, adalah penghematan biaya operasional.
Dicontohkan, pengguna mobil bermesin pembakaran internal atau ICE dapat mengeluarkan biaya sekitar Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per bulan.
"Tetapi dengan menggunakan EV, hanya membayar sekitar Rp 800 ribu. Sisanya untuk apa? Berarti sisanya untuk bisa membangun yang lain di rumah tangga itu. Bisa untuk meningkatkan pendidikan dan sebagainya," tegas Moeldoko.
Selain aspek ekonomi, Moeldoko menyoroti dampak penggunaan EV terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Berkurangnya emisi dari mobil konvensional diharapkan dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehingga generasi mendatang bisa menikmati kualitas udara yang lebih baik.
Kondisi lingkungan yang lebih sehat juga dinilai berpotensi menekan beban pembiayaan kesehatan yang ditanggung pemerintah.
Bantu Kurangi Subsidi BBM
Selain itu, Moeldoko turut menyinggung besarnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang harus ditanggung pemerintah. Dirinya menyebut anggaran subsidi di sektor BBM mencapai Rp 264 triliun.
"Bisa dibayangkan Kalau semuanya dari kita menggunakan EV, maka Kita berkontribusi seperti yang saya gambarkan dan ternyata kita membantu strategi pemerintah untuk menekan Inflasi," tegasnya.
Dengan melihat manfaat terkait EV ini, Moeldoko juga meminta pemerintah tidak ragu memberikan insentif untuk EV.
Dengan kebijakan dan dukungan yang tepat, dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, sekaligus membantu mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih bersih dan efisien.
"Saya selalu tegaskan, pemerintah jangan ragu-ragu Untuk memberikan subsidi karena itu dinikmati langsung," tukasnya.
Dorongan ini sejalan dengan perhatian Periklindo terhadap keberlanjutan insentif EV, termasuk perluasan dukungan bagi kendaraan komersial, agar adopsi EV tidak hanya berkembang di segmen kendaraan penumpang.