PEVS 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Ungkap Kondisi Pasar Kendaraan Listrik

Mengusung tema The Future of Clean & Efficient Mobility, PEVS 2026 berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026.

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 29 Oktober 2026, 13:13 WIB
Para pejabat pemerintah dan pimpinan organisasi, termasuk Ketua Umum Periklindo Moeldoko serta perwakilan Bappenas dan Kemenperin, berfoto bersama usai meresmikan pembukaan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIEXPO Kemayoran. (Liputan6/Naufal)

Liputan6.com, Jakarta - Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Pameran kendaraan listrik ini menjadi salah satu ajang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi mobilitas ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Mengusung tema The Future of Clean & Efficient Mobility, PEVS 2026 berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Acara pembukaan dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dan Ketua Umum Periklindo, Moeldoko.

Turut hadir Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, I Gusti Putu Suryawirawan, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, serta Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, yang mewakili Menteri Perindustrian.

Penyelenggaraan PEVS 2026 berlangsung di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional. Selain menjadi tempat bagi produsen untuk memperkenalkan produk dan teknologi terbaru, pameran ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik, mulai dari manufaktur hingga pengembangan komponen lokal.

Dalam sambutan Menteri Perindustrian yang dibacakan oleh Dirjen ILMATE, Setia Diarta, pemerintah mengungkapkan bahwa perkembangan industri kendaraan listrik nasional menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data hingga Agustus 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 541.000 unit. Jumlah tersebut mencakup berbagai jenis kendaraan, mulai dari roda dua, roda tiga, roda empat, kendaraan komersial, hingga kendaraan khusus.

Pertumbuhan juga terlihat pada pangsa pasar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), khususnya untuk segmen roda empat.

Pada 2022, pangsa pasar BEV roda empat di Indonesia baru mencapai sekitar 0,99 persen. Namun, angka tersebut meningkat menjadi 16,88 persen per Agustus 2026.

Kenaikan ini menunjukkan semakin besarnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE).

Perubahan tersebut sekaligus membuka peluang bagi industri otomotif nasional untuk mengembangkan produk, teknologi, dan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Meski demikian, pertumbuhan pasar perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Pemerintah menilai penguatan industri manufaktur dan pemanfaatan komponen lokal menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga memiliki kemampuan produksi yang kompetitif.

Untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik, pemerintah telah menyiapkan peta jalan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang telah diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Selain itu, terdapat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2022 yang diubah melalui Permenperin Nomor 28 Tahun 2023.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah menetapkan target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik secara bertahap.

Target minimum TKDN ditetapkan sebesar 40 persen hingga 2026. Persentase tersebut kemudian meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027–2029, sebelum mencapai 80 persen pada 2030.

Peningkatan TKDN diharapkan dapat memperbesar keterlibatan industri lokal dalam rantai pasok kendaraan listrik. Dengan demikian, pertumbuhan pasar dapat memberikan dampak lebih luas terhadap sektor manufaktur nasional.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah industri baterai dan sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS).

Kedua komponen tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan kendaraan listrik. Karena itu, keterlibatan produsen komponen lokal dinilai dapat membantu membangun rantai pasok domestik yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Selain memperkuat kapasitas produksi dan penggunaan komponen lokal, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik.

Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri Jakarta menyiapkan program pelatihan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan industri kendaraan listrik.

Program tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil seiring meningkatnya aktivitas manufaktur dan pengembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia.

Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten menjadi salah satu faktor pendukung bagi industri untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi, dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

 

urgensi dekarbonisasi transportasi, data populasi kendaraan listrik, serta peta jalan pencapaian target emisi menuju Indonesia Emas 2045 pada ajang Periklindo Electric Vehicle Show 2026. (Liputan6/Naufal)

Jadi Ajang Melihat Teknologi Kendaraan Listrik Terbaru

Layar presentasi di acara Periklindo Electric Vehicle Show menampilkan lonjakan penjualan kendaraan listrik (wholesale) di pasar domestik sepanjang 2026 serta implikasi pergeseran peta industri baterai global bagi Indonesia. (Liputan6/Naufal)

Melalui PEVS 2026, pemerintah juga mendorong agar produsen komponen lokal memperoleh kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam pengembangan kendaraan listrik.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi persaingan pasar kendaraan listrik global.

Bagi masyarakat, PEVS 2026 menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat perkembangan kendaraan listrik dan teknologi pendukungnya.

Pameran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran ini menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal inovasi mobilitas ramah lingkungan, termasuk teknologi otomotif dan robotika.

Selain melihat perkembangan teknologi, pengunjung juga dapat mengeksplorasi berbagai pilihan kendaraan listrik yang ditawarkan peserta pameran. Beragam program promosi dari peserta dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang berencana beralih ke kendaraan listrik.

Penyelenggaraan PEVS 2026 diharapkan mampu mempertemukan produsen, pelaku industri, pemerintah, dan konsumen dalam satu ekosistem yang mendukung perkembangan mobilitas bersih dan efisien.

Dengan populasi kendaraan listrik yang telah mencapai 541.000 unit hingga Agustus 2026 dan pangsa pasar BEV roda empat sebesar 16,88 persen, industri kendaraan listrik Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan.

Ke depan, peningkatan TKDN, penguatan rantai pasok lokal, serta pengembangan sumber daya manusia akan menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

PEVS 2026 berlangsung hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan terbuka sebagai salah satu destinasi bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya