Luciano Spalletti Kritik Juventus usai Kalah dari Genoa: Tak Ada Perlawanan!

Luciano Spalletti mengkritik Juventus setelah kalah 0-2 dari Genoa. Ia menyoroti lemahnya intensitas, duel yang kalah, dan minimnya daya juang pemain.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 29 Oktober 2026, 12:09 WIB
Reaksi pelatih Juventus Luciano Spalletti saat pertandingan sepak bola Serie A antara Cagliari dan Juventus, di Cagliari, Italia, Senin (12-10-2026) dini hari WIB. (Gianluca Zuddas/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus gagal membawa pulang poin saat bertandang ke markas Genoa pada pekan kesembilan Serie A 2026/2027. Bermain di Stadion Luigi Ferraris, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, Bianconeri menyerah dengan skor 0-2 setelah kebobolan dua gol pada babak pertama.

Genoa mampu memanfaatkan kelemahan Juventus untuk mengendalikan pertandingan sejak awal. Kingsley Ehizibue dan Tommaso Baldanzi mencetak gol yang memastikan kemenangan tuan rumah, sementara upaya Juventus untuk mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil.

Juventus sempat mendapatkan peluang untuk memperkecil skor melalui tendangan bebas Teun Koopmeiners yang membentur mistar setelah mengenai pemain lawan. Namun, peluang tersebut belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan yang berjalan mengecewakan bagi tim tamu.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap penampilan anak asuhnya. Ia menyoroti lemahnya intensitas, minimnya duel yang dimenangkan, serta kurangnya keinginan pemain untuk berjuang memperebutkan bola.

Ingin tahu jadwal pertandingan Liga Italia terbaru? Intip selengkapnya di sini.


Spalletti Minta Juventus Minta Maaf kepada Suporter

Vitinha dari Genoa (kiri) dan Pierre Kalulu dari Juventus berebut bola dalam pertandingan Serie A antara Genoa dan Juventus di Genoa, Italia, Kamis (29-10-2026). (Tano Pecoraro/LaPresse via AP)

Spalletti mengakui Juventus tidak menunjukkan performa yang layak setelah menelan kekalahan di markas Genoa. Ia menilai timnya gagal menjaga keseimbangan permainan dan turut memberikan keuntungan kepada lawan melalui kesalahan sendiri.

Pelatih asal Italia itu juga mengakui Juventus sebenarnya memiliki beberapa peluang besar untuk mencetak gol. Namun, kegagalan memaksimalkan kesempatan tersebut membuat Bianconeri semakin sulit mengejar ketertinggalan.

"Kami harus meminta maaf kepada para penggemar atas penampilan ini, terutama sekali," kata Spalletti kepada DAZN Italia.

"Apa pun yang kami katakan saat ini bisa terdengar keliru, jadi kami membutuhkan waktu untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai situasi ini. Sulit membicarakan bagaimana Baldanzi menemukan ruang di belakang pertahanan kami karena kami tidak pernah menemukan keseimbangan yang tepat untuk menghadapinya."

"Kami juga turut membantu Genoa mencetak dua gol mereka, sementara kami sendiri memiliki beberapa peluang yang sangat besar tetapi gagal memanfaatkannya," lanjutnya.


Spalletti Soroti Minimnya Intensitas Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (AFP/Marco Bertorello)

Kekalahan dari Genoa kembali memperlihatkan masalah dalam penampilan Juventus, terutama ketika menghadapi duel fisik dan perebutan bola. Spalletti menilai para pemainnya tidak cukup agresif, baik saat menyerang maupun ketika bertahan.

Lanjut Baca:

Ia menegaskan Juventus harus segera menemukan penyebab menurunnya intensitas permainan. Menurutnya, peningkatan kondisi fisik dan kemauan untuk berjuang memperebutkan bola menjadi hal yang perlu dibenahi setelah hasil mengecewakan tersebut. "Sulit menerima tingkat pergerakan dan intensitas dalam duel seperti ini karena kami kalah dalam duel saat menyerang, saat bertahan, dan di hampir semua area. Cepat atau lambat, kami harus mencari tahu apa yang sedang terjadi dan meningkatkan kondisi fisik serta kemauan untuk berjuang memperebutkan bola," ujar Spalletti. "Kami tidak memberikan cukup banyak di seluruh area lapangan. Sekarang kami harus melihat apakah para pemain ini benar-benar memiliki apa yang dibutuhkan. Kami perlu kembali mencari tahu apa yang menyebabkan situasi seperti ini," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya