Sempat Dibuka Menghijau, IHSG Tertekan ke Level 5.272

IHSG dibuka menguat ke level 5.305 pada perdagangan Kamis pagi, namun langsung tertekan ke zona merah akibat pelemahan mayoritas sektor saham.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 Oktober 2026, 09:18 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada awal perdagangan saham Kamis (28/10/2026). Namun, IHSG langsung mengalami tekanan hingga berbalik ke zona merah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke level 5.305,19 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 5.282,31. Meski demikian, bursa saham tak lama kemudian langsung mendapat tekanan jual.

Pada pukul 09.04 WIB, IHSG terkoreksi ke posisi 5.257,72. Pergerakan IHSG terus terombang-ambing di dua zona. Pukul 09.11 WIB, IHSG sempat menguat tipis 0,11% ke level 5.283,19. Namun, IHSG kembali tertekan pada pukul 09.15 WIB dengan turun 0,18% ke posisi 5.272,97.

Indeks saham LQ45 terpangkas 0,42% menjadi 536,64. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah, sementara hanya beberapa yang mampu bertahan di zona hijau, salah satunya Jakarta Islamic Index (JII).

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.320,19 dan level terendah 5.257,72. Sebanyak 256 saham menguat, 270 saham melemah, dan 205 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 169.795 kali dengan volume perdagangan mencapai 3,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 1,4 triliun. Di sisi lain, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menyentuh level US$ 1 setara Rp 18.117.

Pergerakan sektor saham bervariasi. Sektor yang berhasil menguat meliputi energi, barang baku (basic materials), barang konsumen non-primer (consumer non-cyclicals), kesehatan, teknologi, serta transportasi dan logistik. Sementara itu, sektor-sektor sisanya parkir di zona merah.

Prediksi IHSG Hari Ini

Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (29/10/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.116-5.180. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,31% ke 5.282 dengan munculnya volume pembelian pada penutupan perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama mampu bertahan di atas 4.907, IHSG diperkirakan masih berada pada wave (iv) dari wave [v]. “Koreksi berpotensi menguji area 5.116-5.180, sebelum kembali membuka peluang penguatan menuju 5.456-5.564,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.185, 4.915 dan level resistance 5.460,5.563 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 5.185-5.590 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Rekomendasi Saham

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Timah Tbk (TINS).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT terkoreksi 6,79% ke 1.235, dengan tekanan jual yang masih dominan. “Kami memperkirakan, saat ini posisi BRPT berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 995-1.190

Target Price: 1.355, 1.590

Stoploss: below 890

2. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Buy on Weakness

Saham EMAS terkoreksi 0,81% ke 6.150, dengan tekanan jual yang masih dominan meskipun volume mengecil. “Kami perkirakan, posisi EMAS saat ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (A),” kata dia.

Buy on Weakness: 5.550-5.900

Target Price: 6.600, 6.925

Stoploss: below 5.450

3.PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA) - Buy on Weakness

Saham JPFA menguat 1,40% ke 1.810, dengan volume pembelian yang masih terbatas. Herditya menuturkan, saat ini, posisi JPFA diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 (hitam) atau awal wave B (merah).

Buy on Weakness: 1.695-1.780

Target Price: 1.915, 2.010

Stoploss: below 1.605.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya