Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) mengalokasikan pagu efektif sebesar Rp 21,42 triliun untuk penanganan infrastruktur pascabencana tahun 2026 di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Advertisement
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Di hadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Apri menjelaskan bahwa anggaran Rp 21,42 triliun tersebut terbagi ke dalam empat sektor utama:
- Sumber Daya Air: Rp 7,85 triliun
- Bina Marga: Rp 6,64 triliun
- Cipta Karya: Rp 4,05 triliun
- Prasarana Strategis: Rp 2,89 triliun
"Untuk sektor sumber daya air, dari 25 daerah irigasi yang ditargetkan, 17 di antaranya sedang kami kerjakan dengan progres rata-rata 15%. Sementara 8 daerah irigasi sisanya masih dalam proses lelang," ujar Apri.
Selain irigasi, Kementerian PU juga menangani 33 sungai kewenangan pusat dengan rata-rata progres 19,19%. Penanganan ini mencakup perbaikan badan sungai hingga pembenahan area muara.
"Penanganan muara menjadi salah satu fokus utama karena merupakan titik kendali aliran yang menentukan stabilitas air dari hulu hingga hilir," kata Apri.
Dari 29 penanganan muara yang direncanakan, 4 lokasi telah rampung, 6 dalam tahap pengerjaan (progres 14,94%), dan 19 lokasi sisanya masih dalam proses lelang. Kementerian PU juga membangun 11 Sabo Dam untuk mengendalikan sedimen banjir dengan progres mencapai 35,58%, serta mengerjakan 94 unit pompa air baku (progres 10,33%).
Apri menegaskan, arah kebijakan Kementerian PU berfokus pada penguatan mitigasi dari hulu ke hilir demi meminimalkan risiko banjir berulang di wilayah Sumatera.
Sektor Bina Marga dan Cipta Karya
Pada sektor Bina Marga, Kementerian PU menangani 33 ruas jalan nasional. Dua ruas di antaranya telah rampung, sementara sisanya terus dikebut dengan pengerjaan mencapai 59,04%. Selain itu, dari target 20 jembatan, 5 unit sudah selesai (3 di Aceh dan 2 di Sumatera Barat), sedangkan 15 jembatan lainnya dalam tahap penyelesaian dengan progres 63,29%.
Sementara di sektor Cipta Karya, pengerjaan difokuskan pada penataan sanitasi dan air bersih:
- SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum): Dari 79 titik, 4 SPAM telah selesai dan 75 titik lainnya dalam pengerjaan (progres 54,55%).
- TPA (Tempat Pemrosesan Akhir): Dari 10 TPA, 1 unit di Sumatra Barat telah tuntas, sedangkan 9 lainnya berproses dengan rata-rata progres 62,35%.
- IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpa Tinja): Dari 7 unit, 6 IPLT di Aceh telah tuntas dan 1 unit di Sumatra Utara memasuki pengerjaan 62,04%.
Prasarana Strategis dan Hunian
Untuk sektor prasarana strategis, Kementerian PU telah membangun 1.794 unit rumah hunian sementara dari total target 1.914 unit. Sisanya, sebanyak 120 unit di Kecamatan Tuka, Kabupaten Tapanuli Tengah, telah mencapai progres fisik 97,41%.
Kementerian PU juga memperbaiki 288 unit fasilitas pendidikan seperti madrasah dan pondok pesantren (260 unit berproses dengan progres 38,73% dan 28 unit dalam tahap desain), serta 399 unit fasilitas kesehatan dan peribadatan (303 unit sedang dibangun dan 96 unit dalam tahap desain).
Apri menegaskan bahwa proses pemulihan infrastruktur di Sumatra akan terus didorong agar tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, tangguh, dan berkelanjutan.
"Tantangan kita selanjutnya adalah memastikan seluruh program selesai tepat waktu dengan kualitas yang lebih kokoh. Ini menjadi indikator nyata hadirnya negara untuk masyarakat," pungkasnya.