Pemilihan Kades di Pringsewu Berubah Jadi Kericuhan Antarwarga

Suasana memanas. Warga saling lempar kursi dan merusak rumah calon Kades

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 28 Oktober 2026, 10:00 WIB
Pemilihan Kepala Desa di Pringsewu berakhir ricuh

Liputan6.com, Jakarta - Pemilihan kepala pekon atau desa (Pilkakon) serentak 2026 di Pekon Tanjung Dalam, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, diwarnai kericuhan saat penghitungan suara, Selasa (27/10/2026).

Ketegangan yang awalnya terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) berlanjut hingga di kediaman salah satu calon kepala pekon. Sejumlah pendukung calon nomor urut 1 diduga mendatangi rumah calon nomor urut 2, Subarno, kemudian melakukan pelemparan dan perusakan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan bahwa keributan terjadi ketika proses penghitungan suara antara Ahmad Ahmadi dan Subarno berlangsung.

"Keributan terjadi saat proses penghitungan suara Pilkakon di Pekon Tanjung Dalam, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Peristiwa tersebut melibatkan pendukung kedua calon kepala pekon," kata Yuni, Selasa (27/10/2026)).

Keributan diduga bermula ketika saksi calon nomor urut 2, Sajimin, menyoroti tindakan saksi calon nomor urut 1, Karsaldilaga, selama proses penghitungan suara.

Berdasarkan keterangan dalam laporan, Ahmad Ahmadi disebut unggul dua baris dalam rincian perolehan suara, dengan setiap baris berisi 140 suara.

 

 

Saksi calon nomor urut 1 diduga meneriakkan angka "1" saat petugas menghitung suara calon nomor urut 2. Tindakan tersebut disebut mengganggu jalannya penghitungan suara.

"Situasi kemudian memanas hingga terjadi keributan di pinggir jalan. Ketua panitia pun memutuskan menghentikan sementara proses penghitungan suara," jelasnya.

Saksi dari calon nomor urut 1 dilaporkan mengangkat kursi dan melemparkannya ke dalam TPS Pekon Tanjung Dalam.

Setelah insiden di TPS, sejumlah pendukung calon nomor urut 1 kemudian mendatangi kediaman Subarno. Mereka diduga melakukan pelemparan dan perusakan.

Di lokasi tersebut dugaan penganiayaan pun tak terhindarkan. Polisi telah mendatangi lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti.

"Kami melakukan langkah-langkah penanganan dengan mendatangi tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, mengamankan lokasi dan barang bukti, serta melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana yang terjadi," tegasnya.

Petugas telah berkoordinasi dengan panitia Pilkakon dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pringsewu untuk mengantisipasi kemungkinan keributan susulan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga situasi keamanan," tandasnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya