Liputan6.com, Jakarta - Microsoft menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan, atau lebih dari seperempat tenaga kerjanya secara global. Ini dikarenakan oleh tujuan raksasa teknologi tersebut untuk memangkas biaya dan membantu mendanai investasi artificial intelligence (AI)-nya yang masif. Hal itu disampaikan Microsoft pada Senin, 26 Oktober 2026.
Melansir CNA, Selasa (27/10/2026), seluruh karyawannya akan bisa mengambil kesempatan tersebut, termasuk yang bekerja di bidang pengalaman AI, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox dan Windows + Devices, ujar seorang sumber yang tak diungkap identitasnya.
Advertisement
Sementara, sumber itu menambahkan, bidang marketing, bisnis komersial, dan sekuritas akan dikecualikan.
"Tawaran ini memberikan karyawan yang memenuhi syarat yang mungkin mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan sebuah pilihan untuk beralih dengan dukungan. Ini juga memberi organisasi yang berpartisipasi cara lain untuk mengadaptasi ketenagakerjaannya sesuai kebutuhan,” ujar chief people officer Amy Coleman dalam catatan kepada karyawan.
Layaknya raksasa teknologi lainnya, Microsoft menggelontorkan ratusan miliar dolar AS untuk data center dan chip AI. Hal ini menaikkan alis investor lantaran terdapat pertanyaan apakah keuntungannya dapat menjustifikasi biayanya.
Microsoft, yang berencana untuk melaporkan hasil kuartal pertama setelah pasar tutup pada Rabu, telah memproyeksikan belanja modal sebesar US$ 175 miliar, atau Rp 3.174 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.140) untuk 2026.
Rangkaian Pelepasan Karyawan oleh Microsoft
Microsoft memiliki 223.000 karyawan tetap secara global pada 30 Juni 2026, menurut laporan tahunannya. Perkembangan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Business Insider.
Sebelumnya pada tahun ini, perusahaan tersebut menawarkan program pengunduran diri sukarela ke sekitar 7% pekerjanya di AS, atau sekitar 9.000 karyawan.
Pada Juli, Microsoft mengumumkan mereka akan lakukan PHK pada 4,800 posisi, atau sekitar 2,1% dari tenaga kerja globalnya, melakukan perombakan pada bisnis Xbox-nya serta melepas hingga lima studio, sebagai upaya untuk meningkatkan imbal hasil setelah bertahun-tahun melakukan investasi besar-besaran di divisi tersebut.
"Tawaran ini akan tersedia bagi karyawan yang memenuhi syarat di Kanada, India, Inggris, dan AS pada level 70 ke bawah,” ungkap Microsoft pada Senin.
Perusahaan menyatakan program tersebut bersifat sukarela dan terbatas waktu, serta disusun berdasarkan wawasan yang diperoleh dari program pensiun sukarela sebelumnya.