Liputan6.com, Jakarta - Fashion kerap menemukan daya tariknya dalam pertemuan hal-hal yang tampak berbeda. Gaya kampus Amerika, nuansa vintage, dan detail yang terinspirasi budaya Asia hadir dalam koleksi Fall Winter 2026 melalui permainan motif, serta siluet yang terasa ekspresif.
Motif kotak-kotak, garis-garis, dan grafis varsity membawa karakter preppy ke arah yang lebih dinamis, sementara kemeja koboi menawarkan sentuhan kasual yang lekat dengan estetika klasik Amerika. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari eksplorasi kreatif NIGO, Direktur Artistik KENZO, yang mengolah referensi lama melalui perspektif kontemporer.
Advertisement
Estetika Ivy League yang identik dengan gaya mahasiswa Amerika tidak sekadar dihadirkan kembali, tetapi dipertemukan dengan elemen desain lain untuk menciptakan tampilan yang lebih beragam. Busana dengan kesan rapi dapat berdampingan dengan pilihan yang lebih santai tanpa kehilangan karakter masing-masing.
Kebebasan menjadi salah satu gagasan yang mendasari koleksi ini. Busana dirancang untuk mengikuti gerak tubuh, memberi ruang bagi pemakainya untuk berlari, menari, hingga bermain.
Pendekatan tersebut menempatkan pengalaman mengenakan pakaian sebagai bagian dari proses kreatif, bukan hanya memperhatikan penampilan visual. NIGO memimpin arah artistik rumah mode ini sejak September 2021.
Dalam prosesnya, ia mengeksplorasi warisan Kenzo Takada, pendiri KENZO pada 1970, melalui pengalaman personal dan referensi yang dikumpulkan sepanjang perjalanan berkarya. Unsur humor dan kehangatan turut memberi warna pada rancangan, menghadirkan karakter yang tidak sepenuhnya terpaku pada aturan berpakaian konvensional.
Sentuhan Lintas Budaya
Sentuhan lintas budaya terlihat melalui perpaduan teknik tailoring Italia dan detail pankou, yaitu sistem pengancing yang dikenal dalam busana tradisional Tionghoa. Konstruksi jas dengan kerah kimono menghadirkan interpretasi lain terhadap busana berstruktur, sementara kerah peak lapel memberikan alternatif dengan garis yang lebih tegas.
Perbedaan referensi tersebut membentuk variasi siluet yang kaya tanpa bergantung pada satu estetika saja. Jejak sejarah rumah mode ini turut hadir melalui pengolahan ulang desain arsip.
Motif harimau Kenzo Jungle dari era 1980-an kembali menjadi referensi, bersama rok organza berbordir dari koleksi Spring-Summer 1994 dan tailoring dua warna dari Fall-Winter 2022. Elemen-elemen tersebut membawa karakter dari periode berbeda ke dalam eksplorasi desain musim terbaru.
Tas Kite 1986 Kembali Hadir
Tas Kite menjadi salah satu aksesori yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah tersebut. Pertama kali diperkenalkan pada 1986, tas ini kembali hadir dengan pembaruan format dan pilihan warna yang lebih kontemporer.
Kehadirannya menawarkan perspektif baru terhadap desain arsip yang tetap relevan dalam lanskap aksesori masa kini. Pilihan produk lainnya mencakup tas jinjing kanvas dengan trim kulit kontras, loafer kulit, ikat pinggang berlogo subtil, serta sepatu balet berbordir.
Perbedaan material dan detail memberi setiap aksesori karakter tersendiri. Tas kanvas memadukan tekstur kain dengan aksen kulit, sementara bordir menghadirkan unsur dekoratif pada alas kaki. Loafer dan ikat pinggang menawarkan detail yang lebih sederhana untuk melengkapi berbagai padu padan.
Butik Pertama KENZO
Koleksi Fall Winter 2026 ini dapat ditemukan di butik pertama KENZO di Indonesia yang dibuka pada 21 Oktober 2026 di Level 2 Plaza Indonesia, Jakarta. Selain busana siap pakai, butik tersebut menghadirkan aksesori, produk kulit, dan alas kaki.
Kehadirannya memberi kesempatan bagi pencinta fashion untuk melihat langsung pilihan koleksi terbaru yang memadukan grafis varsity, motif klasik, dan beragam referensi desain lintas budaya.
Pengunjung juga dapat mengeksplorasi pilihan produk sesuai kebutuhan gaya, mulai dari busana untuk aktivitas sehari-hari hingga aksesori yang memberi aksen pada penampilan.
Tata ruang butik dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang selaras dengan visi kreatif NIGO, sekaligus memperkenalkan karakter rumah mode ini kepada pelanggan di Jakarta.