BYD Gandeng Utomo Charge+ Kembangkan Flash Charging di Indonesia

Menyasar target 100 fasilitas Flash Charging pada akhir 2026, Utomo Charge+ dan BYD memperkuat infrastruktur pengisian daya ultra cepat.

oleh Arief AszhariDiterbitkan 27 Oktober 2026, 10:34 WIB
BYD Gandeng Utomo Charge+ Kembangkan Flash Charging di Indonesia (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Utomo Charge+ menjalin kolaborasi strategis dengan BYD untuk mendukung pengembangan infrastruktur pengisian daya ultra cepat (Flash Charging) di Indonesia. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan ekosistem kendaraan listrik yang lebih cepat, andal, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

Teknologi Flash Charging yang diperkenalkan BYD menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Dengan dukungan Blade Battery generasi kedua pada kendaraan yang kompatibel, teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit. Sementara itu, pengisian hingga 97 persen dapat dicapai dalam sembilan menit, berdasarkan kondisi pengujian yang ditentukan.

Kehadiran teknologi tersebut berpotensi mengurangi waktu tunggu pengisian daya sekaligus menjawab salah satu tantangan dalam meningkatkan adopsi kendaraan listrik.

BYD juga menargetkan pengoperasian hingga 100 fasilitas Flash Charging di Indonesia pada akhir 2026. Target ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk mempersiapkan jaringan listrik dan infrastruktur pendukung yang mampu menangani kebutuhan daya berkapasitas tinggi.

Business Unit Head Utomo Charge+, Dwi Lestari, mengatakan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan teknologi pengisian terbaru, melainkan bagian dari persiapan menghadapi perkembangan ekosistem mobilitas listrik.

Sebagai perusahaan yang mengembangkan dan mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Utomo Charge+ terus memperluas jaringan charging hub dengan memperhatikan lokasi strategis, integrasi kelistrikan, distribusi daya, keandalan operasional, dan kenyamanan pengguna.

 

Pengembangan Flash Charging

Pengembangan Flash Charging juga membuka peluang integrasi dengan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS) serta pengelolaan energi yang lebih efisien.

"Teknologi Flash Charging merupakan salah satu titik penting dalam evolusi kendaraan listrik. Ke depan, daya saing infrastruktur pengisian tidak hanya ditentukan oleh jumlah charger, tetapi juga oleh kecepatan, keandalan, efisiensi energi, dan kemampuan memberikan pengalaman pengisian yang semakin praktis bagi pengguna," ujar Dwi Lestari, Selasa (27/10/2026).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengisian Listrik Indonesia (ASPELUSI), Anthony Utomo, menilai bahwa teknologi pengisian daya berkapasitas tinggi dapat mempercepat penerimaan kendaraan listrik sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor infrastruktur energi.

"Selama ini, salah satu tantangan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik adalah persepsi masyarakat mengenai lamanya waktu pengisian daya. Kehadiran teknologi Flash Charging menunjukkan bahwa industri kendaraan listrik terus berkembang untuk menjawab tantangan tersebut," pukasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya