Statistik Buruk Manchester United yang Bikin Michael Carrick Terancam

Kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford makin menekan Michael Carrick. Planet Football merangkum 10 statistik yang menggambarkan buruknya start MU.

oleh Aning JatiDiterbitkan 26 Oktober 2026, 18:46 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, tampak memperhatikan situasi usai pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dihantam Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Minggu (25/10/2026). Mengutip Planet Football, hasil ini kian menekan posisi Michael Carrick sebagai pelatih kepala Setan Merah.

Rentetan performa mengecewakan menghidupkan kembali perbincangan soal masa depan Carrick. Di ajang piala, MU juga terseok dengan tiga kekalahan dari empat pertandingan.

Dukungan sebagian suporter memang masih terlihat, namun seruan seusai laga tak mengubah fakta bahwa kursi Carrick berada di bawah tekanan berat.

Berbicara di Sky Sports, mantan bek Liverpool Jamie Carragher mendesak klub segera bertindak. "Michael Carrick harus dibebastugaskan malam ini, bukan hanya demi kebaikan Manchester United ke depannya, tetapi juga demi kebaikan Michael Carrick," ujar Carragher.

Planet Football merangkum 10 statistik yang menyoroti start buruk MU musim ini dan menggambarkan mengapa posisi Carrick kian sulit dipertahankan.


Start Paling Muram Sejak 1986/1987

Ekspresi manajer Manchester United Michael Carrick pada laga Liga Inggris melawan Bournemouth, Minggu (25/10/2026). (AFP/Darren Staples)

MU hanya mengumpulkan tujuh poin dari delapan laga pertama Premier League, catatan terburuk mereka pada fase awal musim sejak 1986/1987.

Dalam kekalahan dari Bournemouth, MU tidak mampu menciptakan satu pun peluang besar.

Kontras dengan itu, tim tamu menghasilkan enam peluang besar dan menutup pertandingan dengan kemenangan 0-3.


Empat Pencetak Gol, Pertahanan Rawan

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan isyarat dari pinggir lapangan saat pertandingan Liga Champions UEFA (League Phase, pekan kedua) antara Club Atletico de Madrid dan Manchester United di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 14 Oktober 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Lini belakang MU sudah kebobolan 13 gol dalam delapan pertandingan liga, jumlah terbanyak mereka pada periode serupa sejak musim 2020/2021.

Produktivitas juga belum merata: sejauh ini hanya empat pemain berbeda yang mencetak gol untuk MU di Premier League.

Angka empat itu menyamai catatan terendah klub sejak musim 2019/2020.


Awal Terburuk Manajer Permanen Sejak 1972/1973

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, meninggalkan lapangan setelah pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu, 21 Oktober 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

MU tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, selisih terlebar mereka pada tahap musim seperti sekarang sejak 2019/2020.

Di bawah Carrick sebagai manajer permanen, MU baru meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan Premier League.

Start tersebut menyamai rekor suram terakhir yang dialami Tommy Docherty pada musim 1972/1973.


Gawang Selalu Bobol

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Leeds United dan Manchester United di Elland Road di Leeds, Inggris utara pada 18 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Dari seluruh lawan yang dihadapi musim ini, hanya Sabah yang gagal membobol gawang MU, menyoroti rapuhnya pertahanan.

Di liga, MU selalu kebobolan setidaknya satu gol dalam delapan laga pertama musim ini.

Rangkaian kebobolan sejak pekan pembuka itu terakhir terjadi pada awal musim 1986/1987.


Ancaman 33 Poin di Akhir Musim

Pelatih asal Inggris untuk Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan reaksi setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan Liga Champions UEFA—laga ketiga League Phase—antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia bagian utara, pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Berdasarkan rata-rata poin per pertandingan saat ini, MU diproyeksikan finis dengan 33 poin pada akhir musim.

Jumlah tersebut cukup rendah untuk menempatkan mereka di zona degradasi dalam tujuh dari 10 musim terakhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya