Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya perlu menghentikan pembunuhan terhadap para pemimpin Iran agar dapat mengetahui dengan siapa Washington sedang berunding. Meski demikian, Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir.
Dikutip dari Anadolu, pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato dalam kampanye di Georgia, Sabtu.
Advertisement
“Saya harus berhenti membunuh para pemimpin Iran,” kata Trump, seraya menjelaskan alasannya, “karena saya harus mencari tahu dengan siapa sebenarnya kami sedang berunding.”
Trump kemudian menggambarkan kondisi militer dan kepemimpinan Iran setelah serangan Amerika Serikat.
“Mereka tidak punya pesawat, tidak punya kapal, tidak punya apa-apa, tidak punya pemimpin. Pemimpin tingkat satu sudah tidak ada, pemimpin tingkat dua juga sudah tidak ada,” ujarnya.
Trump Bela Keputusan Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran
Dalam kesempatan itu, Trump juga membela keputusannya pada 2018 untuk mengakhiri kesepakatan nuklir Iran 2015, yang dicapai pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Menurut Trump, keputusan tersebut diambil pada saat yang tepat untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
“Saya mengakhiri salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) milik Barack Hussein Obama, atau yang oleh sebagian orang disebut kesepakatan nuklir Iran, yang merupakan jalan bagi Iran menuju senjata nuklir. Untungnya, saya mengakhirinya tepat pada waktunya,” kata Trump.
Trump juga mengklaim kemampuan pengayaan nuklir Iran telah dihancurkan melalui dua operasi militer Amerika Serikat, yakni Operation Midnight Hammer dan Operation Epic Fury.
“Kami telah memusnahkan kemampuan pengayaan nuklir Iran melalui Operation Midnight Hammer dan Operation Epic Fury,” ujarnya, merujuk pada operasi militer yang dilakukan pada 2025 dan periode Februari hingga Mei tahun ini.
Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat telah mengalahkan Iran dalam berbagai aspek, termasuk militer dan keuangan.
“Kami telah mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan dalam berbagai hal lainnya. Kami harus memastikan bahwa mereka tidak akan pernah, tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” katanya.