Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (DPP Bamusi) menggelar peluncuran terbatas atau soft launching Majelis Mega Zikir di Masjid Jami At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2026 dan dihadiri ratusan jamaah subuh gabungan dari wilayah Jagakarsa dan sekitarnya.
Advertisement
Ketua Umum DPP Bamusi Nasyirul Falah Amru mengatakan, Majelis Mega Zikir akan menjadi wadah kegiatan salawat, zikir, dan kajian keislaman yang digelar rutin setiap bulan di Masjid At-Taufiq. Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum.
“Majelis Mega Zikir adalah majelis salawat dan majelis ilmu. Majelis ini akan kami adakan di Masjid At-Taufiq ini setiap bulan. Jadi silakan jamaah dari Lenteng Agung, Depok, bahkan masyarakat dari seluruh Ibu Kota Jakarta kami persilakan bergabung, majelis ini terbuka untuk umum,” kata Nasyirul Falah dalam sambutannya.
Anggota DPR RI dari Komisi III itu mengatakan, kegiatan tersebut nantinya akan dibimbing oleh sejumlah habaib dan ulama. Namun, nama-nama pembimbing baru akan diumumkan saat peluncuran resmi pada 12 November 2026.
“Nama-nama mereka akan kami sebutkan nanti saat launching 12 November 2026, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Untuk menghormati jasa pahlawan, kita isi negeri ini dengan kalimat-kalimat thayyibah, zikir, dan doa-doa,” ujar Gus Falah, sapaan Nasyirul Falah.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taufiq, Muhammad Shodri, menyambut kedatangan para jamaah yang datang dari Depok, Jagakarsa, Lenteng Agung, dan sejumlah wilayah lain di Jakarta. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan majelis tersebut untuk mempraktikkan sekaligus mendalami zikir.
“Masjid At-Taufiq ini memang dibangun oleh PDI Perjuangan dan terletak di depan kantor partai, tapi masjid ini terbuka untuk umum, buat siapa saja. Program Majelis Mega Zikir yang segera kami laksanakan ini juga terbuka untuk umum demi syiar Islam kebangsaan,” kata Shodri, alumnus Pondok Pesantren Tebuireng.
Pembangunan Mental Bangsa
Dalam kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri tersebut, Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah, KH Taufik Abdurrahim, menyampaikan ceramah mengenai salat dan kaitannya dengan pembangunan mental bangsa.
Menurut Taufik, pelaksanaan salat yang baik perlu diikuti dengan pembentukan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai, perubahan perilaku di tingkat individu dan lingkungan terdekat dapat berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat yang lebih baik.
“Jika salat dan akhlak kita baik, salat dan akhlak orang-orang satu RT baik, maka kebaikan itu akan menular ke seluruh kelurahan, kecamatan, provinsi dan seluruh Indonesia secara nasional. Mari bangun bangsa ini dimulai dari membangun kita pribadi-pribadi dulu,” ujar dosen Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Sejumlah jamaah yang menghadiri peluncuran terbatas itu menyambut antusias rencana penyelenggaraan Majelis Mega Zikir secara rutin. Masjid At-Taufiq direncanakan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan bulanan tersebut.