Atlet Selam Syabila Rizkia Meninggal saat Bertanding di Porprov Jateng

Syabila Rizkia sempat mempersembahkan dua medali emas sebelum mengalami insiden tenggelam saat bertanding pada Minggu (25/10/2026).

Diterbitkan 25 Oktober 2026, 12:34 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duka menyelimuti kontingen Kabupaten Jepara dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Syabila Rizkia Putri Raharja, atlet selam laut berusia 22 tahun yang sebelumnya mempersembahkan dua medali emas, meninggal dunia setelah mengalami insiden tenggelam saat bertanding pada Minggu (25/10/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.20 WIB, hanya 20 menit setelah pertandingan selam laut dimulai. Syabila sempat dievakuasi petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Tim Kesehatan Porprov Jepara membenarkan peristiwa yang menimpa atlet selam putri kontingen Jepara. Tim kesehatan juga membeberkan kronologi kejadian yang berakhir dengan meninggalnya atlet kebanggaan Jepara tersebut.

Berdasarkan keterangan tim kesehatan, Syabila mulai bertanding sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, sekitar 20 menit kemudian, dia dilaporkan tenggelam saat menyelam di Pantai Awan Costa Semarang

Petugas BNPB yang berada di arena pertandingan selam, langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi Syabila ke darat. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan busa keluar dari mulut dan hidung.

Tim medis dari Semarang dan Jepara, termasuk tim Mayong II, segera melakukan penanganan darurat. Upaya resusitasi dilakukan untuk menyelamatkan nyawa atlet tersebut.

Setelah mendapatkan pertolongan awal, Syabila kemudian dirujuk ke Rumah Sakit KSH untuk menjalani penanganan lebih lanjut. Dokter instalasi gawat darurat (IGD) kembali melakukan upaya penyelamatan.

Namun, setelah serangkaian tindakan medis, Syabila dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB.

Kenangan Dua Medali Emas

Kepergian Syabila menjadi pukulan berat bagi kontingen Jepara. Terlebih, dua hari sebelum insiden tersebut, dia masih mengukir prestasi dengan menyumbangkan dua medali emas untuk daerahnya.

Syabila berhasil menjadi yang terbaik pada nomor kolam putri 100 meter bifins dan 200 meter bifins. Dua medali emas itu menjadi bukti perjuangan dan dedikasinya dalam mengharumkan nama Kabupaten Jepara di arena olahraga tingkat provinsi.

Kini, prestasi tersebut menjadi kenangan yang ditinggalkan atlet muda itu bagi keluarga, rekan-rekan sesama atlet, dan masyarakat Jepara.

Kabar meninggalnya Syabila juga mengundang duka mendalam dari keluarga besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jepara.

Dalam pernyataan resminya, KONI Jepara mengenang Syabila sebagai atlet yang berjuang dengan penuh kegigihan dan telah memberikan prestasi membanggakan bagi daerah.

Sebagai bentuk penghormatan, KONI Jepara mengajak seluruh kontingen mengenakan pita hitam sebagai tanda berkabung. Ajakan tersebut menjadi simbol duka dan penghormatan kepada Syabila yang disebut sebagai Patriot Olahraga Jepara.

KONI Jepara juga menyampaikan doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

"Terima kasih, Syabila. Terima kasih, Patriot Olahraga Jepara. Perjuanganmu akan selalu kami kenang," demikian pesan penghormatan dalam pernyataan duka KONI Jepara.

Kepergian Syabila meninggalkan luka mendalam di tengah perjuangan kontingen Jepara pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Dua medali emas yang dipersembahkannya menjadi warisan prestasi dan pengingat atas dedikasi seorang atlet muda yang telah berjuang membawa nama daerah.