Dino Patti Djalal Usulkan 5 Langkah Strategis Hadapi MSCI

Dino Patti Djalal menilai momentum MSCI dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki pasar modal dan memulihkan kepercayaan investor global.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 24 Oktober 2026, 13:10 WIB
Pendiri FPCI Dino Patti Djalal menegaskan bahwa penyelenggaraan AFPC 2025 bertujuan untuk menjembatani jurang antara ASEAN sebagai institusi dan masyarakat di akar rumput (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Liputan6.com, Jakarta - Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengusulkan lima langkah strategis untuk menyikapi persoalan yang berkaitan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah tersebut mencakup dialog intensif dengan MSCI, pembentukan satuan tugas khusus, koordinasi komunikasi pemerintah, penguatan pengawasan perdagangan saham, serta pembenahan tata kelola pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor global.

Menurut Dino, Indonesia perlu merespons persoalan MSCI dengan pendekatan yang terukur dan berorientasi pada perbaikan jangka panjang. Ia menilai situasi ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah, regulator, dan pengelola bursa untuk memperkuat transparansi serta meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia.

Dalam pernyataannya, Dino menekankan pentingnya strategi yang serius mengingat persoalan tersebut berkaitan dengan stabilitas ekonomi dan kredibilitas Indonesia di mata internasional.

“Tanpa bermaksud menggurui Pemerintah, saya berharap kita menangani MSCI dengan strategi yang serius, karena taruhannya besar: stabilitas ekonomi, kepercayaan internasional, stabilitas politik dan kredibilitas Indonesia,” ujar Dino, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Ia berpandangan, penanganan isu MSCI sebaiknya tidak berfokus pada perdebatan atau konfrontasi dengan penyedia indeks tersebut. Sebaliknya, Indonesia perlu memahami standar yang digunakan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pasar modal domestik.

Dino kemudian memaparkan sejumlah usulan yang menurutnya dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi menghadapi persoalan MSCI.

1. Bangun Dialog Intensif dengan MSCI

Layar Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menunjukkan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (16/10/2026).

Dino menilai komunikasi dengan MSCI perlu menjadi salah satu prioritas. Menurut dia, Indonesia perlu memahami secara mendalam penilaian yang diberikan terhadap pasar modal domestik, sekaligus menyampaikan komitmen untuk melakukan perbaikan.

Ia mengingatkan bahwa MSCI memiliki peran penting sebagai penyedia indeks yang menjadi salah satu acuan investor global. Karena itu, pendekatan dialog dinilai lebih produktif dibandingkan memperlakukan lembaga tersebut sebagai pihak yang harus dihadapi secara konfrontatif.

“MSCI bukan lawan yang harus kita tumbangkan, tapi wasit yang perlu kita dengar dan siasati, as long as we are IN the game PLAYING the game,” kata Dino.

Ia mengibaratkan hubungan dengan MSCI seperti hubungan tim nasional sepak bola dengan FIFA. Dalam konteks tersebut, memahami aturan dan memenuhi standar yang berlaku menjadi bagian penting untuk menjaga posisi Indonesia dalam persaingan pasar keuangan global.

Dino juga mengusulkan agar diskusi intensif dan tertutup dengan MSCI dilakukan dengan sasaran yang terukur. Ia berharap skor Indonesia dapat membaik pada Juni 2027, dengan target menuju 1 persen dan, jika memungkinkan, meningkat lebih jauh.

Dalam dokumen pernyataannya, Dino membandingkan target tersebut dengan skor Malaysia yang disebutnya sebesar 0,92 persen dan Thailand sebesar 0,97 persen.

Target itu merupakan usulan Dino dan bukan kepastian mengenai hasil penilaian MSCI pada masa mendatang. Perkembangannya akan bergantung pada evaluasi MSCI serta langkah perbaikan yang dilakukan Indonesia.

Menurut Dino, dialog perlu disertai kesungguhan untuk memenuhi standar yang berlaku, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, komunikasi dengan MSCI tidak hanya bertujuan memperbaiki penilaian indeks, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pasar modal Indonesia.

 

2. Bentuk Satuan Tugas Khusus

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Usulan kedua adalah membentuk satuan tugas khusus yang berfokus menangani persoalan MSCI. Dino menyebut sejumlah pihak yang dapat dilibatkan, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut dia, koordinasi antarlembaga diperlukan agar langkah yang ditempuh memiliki arah yang jelas dan saling mendukung. Isu MSCI tidak hanya berkaitan dengan komunikasi dengan penyedia indeks, tetapi juga menyangkut regulasi, pengawasan perdagangan, keterbukaan informasi, serta persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia.

Dengan adanya satuan tugas khusus, pembahasan mengenai persoalan tersebut dapat dilakukan secara terkoordinasi. Setiap lembaga dapat menjalankan perannya sesuai kewenangan, sekaligus memastikan bahwa agenda perbaikan berjalan secara konsisten.

Koordinasi juga dapat membantu menentukan prioritas pembenahan, memantau perkembangan kebijakan, dan mengevaluasi hasilnya secara berkala.

Bagi investor, konsistensi kebijakan dan kejelasan arah perbaikan menjadi aspek penting dalam menilai prospek suatu pasar. Karena itu, langkah bersama antara pemerintah, regulator, dan pengelola bursa diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai agenda penguatan pasar modal Indonesia.

Pembentukan satuan tugas tersebut merupakan usulan Dino yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam menentukan mekanisme koordinasi yang sesuai.

 

3. Perkuat Koordinasi Komunikasi kepada Publik

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Dino juga menyoroti pentingnya komunikasi yang terkoordinasi dalam merespons perkembangan terkait MSCI. Menurut dia, pernyataan pejabat mengenai pasar keuangan perlu disampaikan secara cermat karena dapat memengaruhi persepsi pelaku pasar.

Ia mengusulkan agar komunikasi mengenai MSCI dilakukan melalui satu pintu, dengan menunjuk pejabat atau lembaga yang berwenang menyampaikan informasi resmi.

“Jangan banyak bicara dulu, karena pasar sangat sensitif terhadap celetukan pejabat yang asal bunyi,” ujar Dino dalam pernyataannya.

Ia memberikan contoh bahwa Ketua OJK, Menteri Keuangan, atau Ketua BEI dapat menjadi pihak yang menyampaikan penjelasan resmi mengenai isu MSCI.

Pendekatan tersebut, menurut Dino, dapat membantu menjaga konsistensi informasi yang diterima masyarakat dan investor. Dengan komunikasi yang terarah, pemerintah dan regulator juga dapat menjelaskan perkembangan kebijakan serta langkah perbaikan yang sedang dilakukan secara lebih sistematis.

Namun, komunikasi yang baik perlu berjalan beriringan dengan kebijakan yang jelas. Penjelasan kepada publik akan lebih efektif apabila didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan, perkembangan yang terukur, dan tindak lanjut yang konkret.

Koordinasi komunikasi diharapkan dapat membantu investor memahami arah kebijakan Indonesia tanpa menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda akibat pernyataan yang tidak selaras.

 

4. Evaluasi Transparansi dan Praktik Perdagangan Saham

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain dialog dan koordinasi, Dino menekankan perlunya evaluasi internal terhadap persoalan yang disoroti MSCI, khususnya terkait potensi distorsi perdagangan saham.

Menurut dia, Indonesia perlu memeriksa secara terbuka apakah catatan tersebut memiliki dasar dan aspek apa saja yang perlu dibenahi. Evaluasi ini penting agar respons terhadap MSCI tidak berhenti pada komunikasi, tetapi juga menghasilkan perbaikan dalam tata kelola pasar modal.

Dino turut menyinggung persoalan saham yang mengalami pergerakan tidak wajar atau kerap disebut sebagai saham gorengan. Ia menilai penanganan praktik tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.

“Tidak bisa kita mengharapkan skor di MSCI naik, sementara praktek yang menyimpang terus berjalan,” kata Dino.

Dalam konteks ini, OJK memiliki peran penting dalam pengawasan pasar modal sesuai kewenangannya. Penguatan pengawasan, keterbukaan informasi, dan penerapan aturan secara konsisten dapat membantu menjaga integritas perdagangan saham.

Pembenahan juga perlu memastikan bahwa investor memperoleh informasi yang memadai sebelum mengambil keputusan. Pasar yang transparan memberikan ruang bagi investor untuk menilai risiko dan peluang secara lebih objektif.

Di sisi lain, evaluasi terhadap catatan MSCI perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan data dan kondisi pasar. Dengan demikian, langkah perbaikan dapat diarahkan pada persoalan yang teridentifikasi dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan pasar modal Indonesia.

Dino menilai upaya meningkatkan penilaian MSCI perlu sejalan dengan pembenahan yang nyata. Dengan kata lain, peningkatan daya tarik pasar modal tidak cukup dilakukan melalui komunikasi, tetapi membutuhkan perbaikan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

5. Utamakan Kepentingan Jangka Panjang Pasar Modal

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Usulan kelima berkaitan dengan pentingnya menjaga disiplin dan mempertimbangkan sentimen pasar dalam setiap keputusan yang menyangkut transaksi saham.

Dino mengingatkan agar kepentingan jangka panjang tidak dikorbankan hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi sesaat. Menurut dia, kualitas pasar modal perlu dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam pernyataannya, ia mengusulkan agar disiplin dan kepekaan terhadap sentimen pasar menjadi bagian dari pendekatan dalam menangani persoalan MSCI.

“Jangan korbankan kepentingan sistemik jangka panjang hanya untuk kepentingan transaksional sesaat,” kata Dino.

Pandangan tersebut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan terhadap sistem pasar modal secara keseluruhan. Keputusan yang diambil dalam jangka pendek perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap persepsi investor, kualitas perdagangan, dan kredibilitas pasar Indonesia.

Dalam persaingan menarik investasi global, investor tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga menilai transparansi, kepastian aturan, dan kualitas tata kelola. Karena itu, perbaikan yang berkelanjutan dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat posisi Indonesia di mata investor internasional.

Dino berharap persoalan MSCI dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem dari dalam, sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.

“Justru, jadikan momentum ini sebagai peluang Indonesia untuk membenahi sistem dari dalam, memulihkan kepercayaan investor global, dan membuat pasar modal kita lebih attractive,” ujarnya.

 

Momentum Memperkuat Daya Tarik Pasar Modal Indonesia

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Lima usulan Dino tersebut menempatkan dialog, koordinasi, komunikasi, transparansi, dan kepentingan jangka panjang sebagai bagian penting dari strategi menghadapi MSCI.

Penanganan isu ini tidak hanya berkaitan dengan penilaian sebuah indeks, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai aspek yang memengaruhi kualitas pasar modal Indonesia.

Langkah pembenahan yang terukur diharapkan dapat memperkuat tata kelola, meningkatkan keterbukaan informasi, dan memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Koordinasi antarlembaga juga diperlukan agar kebijakan yang diambil berjalan selaras dan dapat dievaluasi secara berkala.

Di tengah persaingan antarnegara untuk menarik investasi, kualitas pasar modal menjadi salah satu aspek yang dapat memengaruhi keputusan investor global. Karena itu, upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas memiliki arti penting bagi pengembangan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

Bagi Dino, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem dan memulihkan kepercayaan investor. Pendekatan tersebut menempatkan pembenahan sebagai prioritas, dengan tujuan membangun pasar modal Indonesia yang semakin transparan, akuntabel, dan menarik bagi investasi jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya