Kabut Asap Pekat, Penerbangan Sampit Lumpuh Total

Kabut asap karhutla makin pekat, maskapai di Bandara Sampit perpanjang pembatalan penerbangan hingga 25 Oktober 2026 demi keselamatan.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 23 Oktober 2026, 13:15 WIB
Petugas pemadam kebakaran bersama warga menggunakan selang untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang meluas di tengah kepulan asap tebal. (MUDA SAGALA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih lumpuh akibat kabut asap tebal yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah maskapai penerbangan pun terpaksa memperpanjang masa pembatalan operasional mereka. 

Anak perusahaan Sriwijaya Air, NAM Air, menjadi salah satu maskapai yang memperpanjang penundaan penerbangan. Setelah sempat membatalkan penerbangan hingga 15 Oktober, kini pembatalan berlanjut hingga 25 Oktober 2026 karena jarak pandang yang terbatas dan dinilai membahayakan keselamatan.

"Kita secara berkala itu melakukan pembatalan sambil melihat kondisi di lapangan. Untuk saat ini pembatalan penerbangan kita lakukan sampai dengan tanggal 25 Oktober," kata District Manager NAM Air Sampit, Harli Rahman di Sampit, dikutip Antara, Jumat (23/10/2026).

Harli menjelaskan, penetapan langkah ini bertujuan memberi kepastian sejak awal kepada para calon penumpang. Langkah antisipatif tersebut diharapkan membuat penumpang tidak perlu membuang waktu datang dan menunggu di bandara tanpa kejelasan.

Menurut Harli, faktor cuaca dan jarak pandang tetap menjadi tolok ukur utama bagi operasional pesawat. Evaluasi berkala akan terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan.

Minta Penumpang Atur Ulang Rencana Perjalanan

Nam Air.

 

Di sisi lain, pembatalan penerbangan ini memberi ruang bagi calon penumpang untuk mengatur ulang rencana perjalanan mereka, baik melalui opsi penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengajuan pengembalian uang (refund) sesuai aturan maskapai.

Meski belum ada aktivitas penerbangan normal, NAM Air memastikan layanan informasi dan penanganan tiket di bandara tetap berjalan.

"Petugas loket tiket biasanya mulai bersiap sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB untuk melayani penumpang yang terdampak pembatalan. Pelayanan ini diharapkan membantu penumpang memperoleh penjelasan mengenai pilihan yang tersedia terkait perjalanan mereka," sebutnya.

Pembatalan Maskapai Lain

Tak hanya NAM Air, pembatalan juga melanda maskapai di bawah naungan Lion Air Group. Pengumuman resmi dari akun Bandara Haji Asan Sampit mengonfirmasi pembatalan rute dari Sampit pada periode 21–23 Oktober 2026, yang mencakup penerbangan Wings Air rute Sampit-Surabaya serta Super Air Jet rute Sampit-Jakarta.

Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara Haji Asan Sampit, Alfiansyah, memaparkan bahwa kepekatan kabut asap telah menekan tingkat visibilitas jauh di bawah batas minimal keselamatan udara. Hal ini memaksa seluruh pihak memprioritaskan keselamatan penumpang serta kru pesawat di atas segalanya.

Guna mengantisipasi kendala lanjutan, calon penumpang yang terdampak diimbau segera melapor atau menghubungi pihak Wings Air, Super Air Jet, maupun petugas terkait untuk memperbarui informasi penerbangan, proses tiket, serta estimasi jadwal keberangkatan berikutnya.

Gangguan ini menegaskan bahwa bencana karhutla di Kotim tidak cuma mencemari kualitas udara yang dihirup warga,tetapi juga melumpuhkan aksesibilitas serta konektivitas transportasi udara wilayah tersebut.

"Kepastian jadwal penerbangan masih bergantung pada perkembangan kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Haji Asan Sampit. Jadi bagi calon penumpang diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan maskapai yang bersangkutan agar mendapatkan informasi terbaru," tutup Alfiansyah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya