Donny Damara Bintangi Film Yang Disebut Nakal, Soroti Pentingnya Komunikasi Anak dan Ortu

Mendalami cerita film keluarga Yang Disebut Nakal membuat Donny Damara merefleksikan pengalaman masa kecilnya.

oleh m.altaf.jauharDiterbitkan 23 Oktober 2026, 15:28 WIB
Konferensi pers film Film Yang Disebut Nakal. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Aktor senior Donny Damara kembali menyapa penikmat film lewat proyek layar lebar terbarunya yang berjudul Yang Disebut Nakal. Dalam film ini, Donny berperan sebagai Pak Surya, salah satu pembina di tempat pembinaan khusus bernama Bina Laku Wanareksa.

Film ini menyoroti lika-liku kehidupan remaja yang kerap mendapat cap negatif dari lingkungan sosial maupun keluarga. Donny menjelaskan, Bina Laku Wanareksa di sini diceritakan menampung siswa yang dikirim orang tua untuk mengikuti program pembinaan selama liburan sekolah.

"Saya Donny, berperan sebagai Pak Surya, salah satu pembina di Bina Laku Wanareksa bersama teman-teman. Kecuali ini (menunjuk Fatih), salah satu siswa kami. Ada beberapa lagi pembina yang lainnya," ujar Donny Damara di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

"Di film ini kebetulan adalah siswa-siswa yang pada masa liburan dimasukkanlah ke sini. Pada masa liburan sekolah mereka masuk ke Bina Laku Wanareksa ini, di mana di sana ya itu tadi, nakal itu cuma persepsi," Donny menyambung.

Donny mengajak masyarakat melihat kenakalan anak dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, setiap orang memiliki tolok ukur berbeda dalam menilai perilaku seorang anak. "Referensi orang beda-beda. Nakal segini belum tentu dianggap nakal, tolok ukurnya beda-beda," imbuhnya.

Tempat pembinaan bergaya boot camp tersebut tidak hanya bertujuan mengubah siswa menjadi sosok yang sepenuhnya penurut. Donny menekankan pentingnya membangun empati sekaligus memperkecil kesenjangan komunikasi antara anak dan orang tua.

"Tapi di sini bukan juga mendidik 'begitu keluar dari sini lu jadi nggak nakal', tapi paling tidak bisa berempati, bisa berkomunikasi dengan orang tua, tidak ada communication gap," tuturnya.

 


Pendapat Donny Damara soal Kenakalan

Konferensi pers film Film Yang Disebut Nakal. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Donny menilai, hubungan keluarga yang harmonis membutuhkan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Program pembinaan dalam film tersebut diharapkan membantu kedua pihak menyampaikan perasaan dan keinginan mereka dengan lebih baik.

"Bagaimana formulasi kata-kata yang disampaikan dari kedua belah pihak—anak dan bapak—bisa tersampaikan dengan baik. Semacam boot camp lah ya," paparnya.

Mendalami cerita film keluarga ini juga membuat Donny merefleksikan pengalaman masa kecilnya. Ia bahkan memiliki pandangan tersendiri mengenai kenakalan yang dialami seseorang saat tumbuh dewasa. "Menurut gua sih waktu kecil kita harus nakal. Karena apa? Kalau nggak, kita jadi nggak tahu. Nakalnya telat lebih bahaya," seloroh Donny seraya tersenyum.

Lanjut Baca:

Meski demikian, Donny tetap menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk perilaku anak. Menurutnya, fondasi keluarga yang kuat dapat membantu anak mengenali batasan sehingga kenakalan mereka tetap terkendali. "Tapi kan institusi paling kecil di sini adalah keluarga. Selama pondasinya kuat, saya yakin nakalnya masih berpola kok, terukur," ungkap Donny. Pesan mengenai pentingnya ikatan keluarga menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan melalui film Yang Disebut Nakal. Donny menilai hubungan antara anak dan orang tua tetap memiliki peran besar dalam kehidupan, apa pun persoalan yang mereka hadapi. "Nah, itu yang berusaha dipertahankan dan divisualisasikan di kami semua melalui film Yang Disebut Nakal ini. Paling nggak, institusi keluarga yang paling penting. Bagaimanapun juga darah ya, anak sama bapak atau anak sama ibu," paparnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya