MSCI Bikin Modal Asing Lari, BI Siapkan Jurus Stabilisasi Rupiah

BI mencatat outflow modal asing dari pasar saham, SBN, dan SRBI pasca pengumuman MSCI. Bank sentral siapkan intervensi demi cegah volatilitas rupiah.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 23 Oktober 2026, 14:00 WIB
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya arus modal asing keluar (outflow) dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tren pelepasan aset ini terjadi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis dokumen konsultasi (consultative paper).

Menanggapi kondisi tersebut, BI memastikan likuiditas rupiah tetap memadai untuk menopang transaksi di pasar keuangan. Bank sentral juga telah menyiapkan langkah intervensi jika arus modal keluar berpotensi menekan nilai tukar dan memicu volatilitas berlebihan.

"Kami memastikan likuiditas rupiah berada dalam jumlah yang cukup dan memadai untuk memfasilitasi transaksi yang terjadi," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Erwin menjelaskan, BI bakal mengoptimalkan instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk membantu pelaku pasar melakukan lindung nilai (hedging) apabila mereka belum berencana menarik dananya keluar dari Indonesia. Kendati demikian, BI siap melakukan intervensi langsung di pasar jika tekanan terhadap nilai tukar makin membesar.

"Kalau misalnya tidak bertemu dan itu berpengaruh pada volatilitas nilai tukar yang berada di luar batas toleransi kita, kami akan merespons melalui operasi pasar," tegas Erwin.

 

Rupiah Relatif Terkendali

Teller menghitung mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski arus modal keluar tercatat di sejumlah instrumen keuangan, Erwin menilai pergerakan rupiah sejauh ini masih relatif terkendali. Ia mengungkapkan, rupiah sempat melemah lebih dari Rp 1.500, tetapi tekanan tersebut tidak berlangsung lama.

BI memastikan akan terus memantau dinamika pasar keuangan global maupun domestik serta menjaga kecukupan likuiditas demi meredam dampak arus modal keluar terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya