Menghitung Untung dan Rugi Manchester United Jika Lekas Memecat Michael Carrick

Manchester United harus memutuskan apakah mau lanjut atau berpisah dengan Michael Carrick.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 22 Oktober 2026, 19:04 WIB
Pelatih asal Inggris untuk Manchester United, Michael Carrick, menunjukkan reaksi setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan Liga Champions UEFA—laga ketiga League Phase—antara Como 1907 dan Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia bagian utara, pada 21 Oktober 2026. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Klub Premier League, Manchester United dihadapkan dengan sebuah pilihan penting. Mereka harus segera memutuskan apakah akan lanjut bersama Michael Carrick sebagai pelatih tim utama mereka atau beralih ke sosok lain.

Carrick sebenarnya baru sekitar empat bulan menjabat sebagai manajer permanen Manchester United. Pelatih berusia 45 tahun itu mendapatkan pekerjaan itu setelah ia sukses menghantarkan Setan Merah finish di peringkat ketiga EPL musim lalu sebagai caretaker.

Namun saat ini, Carrick berada di ujung tanduk. Manchester United hanya meraih dua kemenangan dari 11 pertandingan terakhir mereka sehingga mulai muncul gejolak untuk meminta sang legenda klub dipecat dari pekerjaannya.

Memecat Carrick tentu bukan keputusan sederhana. Ada keuntungan yang bisa diperoleh jika Setan Merah segera menunjuk pelatih baru, tetapi keputusan tersebut juga membawa risiko finansial dan dapat mengganggu proses pembangunan tim yang sudah berjalan.

Berikut adalah keuntungan dan kerugian yang didapatkan Manchester United jika memutuskan memecat Carrick dalam waktu dekat ini:


Menghentikan Rentetan Hasil Buruk dan Menyelamatkan Target Liga Champions

Pelatih Manchester United, Michael Carrick (kedua dari kiri), bersama para pemainnya bereaksi setelah menelan kekalahan 0-2 dari Hull City dalam laga Liga Inggris 2026/2027 di MKM Stadium, Kingston upon Hull, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (AFP/Paul Ellis)

Salah satu alasan terkuat Manchester United untuk memecat Michael Carrick adalah menghentikan tren negatif sebelum situasi semakin sulit diperbaiki.

Rentetan hasil buruk bukan hanya berdampak terhadap posisi tim di klasemen, tetapi juga dapat mengurangi kepercayaan diri pemain dan memperbesar tekanan menjelang pertandingan berikutnya. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, target klub untuk mengakhiri musim di zona Liga Champions bisa semakin sulit diwujudkan.

Kekalahan 1-4 dari Como menjadi gambaran nyata persoalan yang sedang dihadapi United. Mereka tidak hanya gagal meraih hasil positif, tetapi juga memperlihatkan sejumlah kelemahan dalam intensitas permainan dan organisasi tim.

Memecat Carrick dan menunjuk pengganti yang tepat bisa menjadi upaya untuk menghentikan kemerosotan tersebut. Pelatih baru diharapkan membawa pendekatan berbeda, memperbaiki persoalan taktik, serta mengembalikan kepercayaan diri para pemain.

Faktor waktu juga menjadi pertimbangan penting. Jika manajemen merasa Carrick tidak lagi mampu membawa tim keluar dari situasi sulit, pergantian pelatih lebih awal dapat memberikan kesempatan lebih panjang kepada suksesor untuk membenahi permainan.

Lanjut Baca:

Dengan demikian, pelatih baru memiliki waktu untuk mengangkat posisi Manchester United di klasemen sekaligus memenuhi target manajemen, yakni finis di zona Liga Champions pada akhir musim 2026/2027. Meski begitu, pergantian pelatih tidak otomatis menjamin kebangkitan. Manajemen tetap harus memastikan sosok pengganti memiliki kualitas, pengalaman, dan rencana permainan yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya