Andalkan Honda Odyssey RB1, Jagoan Audio Asal Jogja Kalahkan Peserta dari 9 Negara

Kompetisi CAN menggunakan sistem klasemen di setiap negara. Peserta yang berhasil menjadi pemenang di tingkat nasional berhak mendapatkan tiket Asia Final

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 22 Oktober 2026, 13:55 WIB
Honda Odyssey RB1 keluaran 2004 jadi andalan Andy Setiawan untuk mengikuti kompetisi pada kategori DSP Amplifier 12 Channel di gelaran Asia Champion 2026. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Andy Setiawan, praktisi audio mobil asal Yogyakarta yang dikenal melalui Audioworkshop Jogja, berhasil meraih gelar Asia Champion 2026 dalam kompetisi audio mobil tingkat Asia yang diselenggarakan asosiasi CAN (Car Audio Network).

Prestasi tersebut diraih Andy setelah bersaing dengan peserta dari sembilan negara. Ia mengandalkan Honda Odyssey RB1 keluaran 2004 untuk mengikuti kompetisi pada kategori DSP Amplifier 12 Channel.

Penyerahan trofi juara berlangsung di Eastvara BSD, Tangerang, Rabu (21/10/2026) malam. Gelar ini menjadi pencapaian penting bagi Andy yang telah berkecimpung di dunia audio mobil selama lebih dari dua dekade.

Kompetisi CAN menggunakan sistem klasemen di setiap negara. Peserta yang berhasil menjadi pemenang di tingkat nasional berhak mendapatkan tiket untuk bertanding di Asia Final.

Andy Setiawan dengan piala yang diraihnya di ajang Asia Champion 2026. (ist)

Andy mengatakan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan teknis pelaku otomotif dari Yogyakarta mampu bersaing dengan peserta dari negara lain.

“Gelar juara Asia ini menjadi bukti bahwa kemampuan teknis pelaku otomotif Yogyakarta tidak kalah dengan negara lain,” ungkap Andy.

Sebelum meraih gelar Asia Champion 2026, Andy telah mengembangkan keahliannya di bidang audio mobil selama lebih dari 20 tahun.

Pengalaman tersebut membentuk pendekatannya dalam membangun sistem audio kendaraan, mulai dari memperhatikan detail instalasi, kualitas reproduksi suara, hingga presisi penyetelan.

Melalui Audioworkshop Jogja, Andy terus mengembangkan kemampuan teknis sekaligus mengikuti berbagai kompetisi untuk menguji hasil pekerjaannya.

Menurut Andy, gelar Asia Champion 2026 bukan pencapaian yang diraih dalam waktu singkat. Prestasi tersebut merupakan hasil dari konsistensi, ketekunan, dan proses pengembangan yang dilakukan selama bertahun-tahun.

“Gelar Asia Champion 2026 ini menjadi pencapaian penting sekaligus buah dari konsistensi, ketekunan, dan proses pengembangan yang dilakukan selama bertahun-tahun,” terang Andy.

 

Honda Odyssey RB1 Kerap Jadi Andalan

Honda Odyssey RB1 tahun 2004 menjadi kendaraan yang digunakan Andy untuk mengikuti kompetisi audio mobil.

Mobil tersebut telah membawanya meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun Asia. Sistem audio yang terpasang pada Odyssey menjadi bagian dari proses pengembangan dan evaluasi yang terus dilakukan Andy.

Sebelum meraih gelar Asia Champion 2026, Andy telah menyandang sejumlah prestasi, di antaranya National Champion CAN 2025/2026, Juara 1 EMMA Heat Semarang, serta MSF National Champion untuk kategori DSP Amp dan Outlaw.

Outlaw merupakan salah satu kelas tertinggi dalam kompetisi yang diselenggarakan asosiasi MSF.

Andy juga pernah meraih Juara 1 BlackAuto Battle setelah bersaing dengan 14 mobil dari berbagai daerah, mulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jawa Barat.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan perjalanan Andy dalam mengikuti kompetisi audio mobil, sekaligus menjadi bagian dari proses mengembangkan kualitas sistem audio yang digunakan.

Bagi Andy, mengikuti kompetisi audio mobil bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara. Setiap pertandingan juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan referensi baru dan menemukan aspek yang masih bisa disempurnakan.

Ia menilai, hasil kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sistem audio, termasuk instalasi dan penyetelan suara.

Dari workshop yang berlokasi di Jalan Magelang KM 8 No. 72, Yogyakarta, Andy terus melakukan pengembangan terhadap Honda Odyssey RB1 yang menjadi andalannya.

“Menang tentu membanggakan, tetapi piala bukan berarti mobil ini sudah sempurna. Setelah kompetisi kami selalu kembali melakukan evaluasi. Dari situ biasanya muncul ide tentang apa yang harus diperbaiki untuk pertandingan berikutnya,” kata Andy.

Gelar Asia Champion 2026 sekaligus menambah catatan prestasi pelaku otomotif asal Yogyakarta di kompetisi internasional.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa keahlian di bidang audio mobil tidak hanya berkembang di kota-kota besar, tetapi juga memiliki potensi untuk bersaing di tingkat Asia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya