Liputan6.com, Jakarta - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkesempatan memperoleh fasilitas sertifikat halal gratis melalui skema self-declare jika memenuhi kriteria yang berlaku. Fasilitas ini menjadi bagian dari program kolaborasi Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian Perindustrian yang menyasar 150 UMKM di Jawa Barat.
Program bertajuk #WaktunyaSTARt #JualanNyaman X HalalPreneur tersebut berlangsung di Bandung pada Selasa, 20 Oktober 2026. Penyelenggara juga membekali peserta dengan keterampilan pemasaran digital, mulai dari pembuatan video pendek hingga pemanfaatan fitur siaran langsung dan afiliasi untuk memasarkan produk secara online.
Advertisement
Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, mengatakan sertifikasi halal dapat membantu penjual membangun kepercayaan konsumen, sedangkan keterampilan membuat konten mendukung upaya memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas.
"Melalui program ini, kami ingin pelaku usaha #JualanNyaman dengan memanfaatkan ekosistem discovery commerce untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan," katanya dalam keterangan pada Lifestyle Liputan6.com, Selasa (21/10/2026).
Skema self-declare merupakan jalur sertifikasi halal bagi usaha mikro dan kecil yang memenuhi persyaratan tertentu. Pelaku usaha perlu memastikan produknya sesuai dengan kriteria skema tersebut sebelum mengajukan sertifikasi.
Prosesnya juga mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme pendampingan dan verifikasi. Program di Bandung memfasilitasi edukasi mengenai proses dan manfaat sertifikasi halal. Penjual juga dapat mengakses materi pembelajaran melalui Pusat Edukasi Penjual Tokopedia dan TikTok Shop untuk memahami tahapan sertifikasi.
Ruang Kolaborasi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengapresiasi upaya kolaboratif yang menggabungkan edukasi sertifikasi dengan pelatihan pemasaran digital bagi pelaku usaha.
"Pemberdayaan UMKM harus diwujudkan melalui langkah nyata. Kami mengapresiasi inisiatif Tokopedia dan TikTok Shop yang menggabungkan edukasi sertifikasi halal dengan keterampilan pemasaran digital untuk membantu UMKM memenuhi ketentuan yang berlaku dan memanfaatkan peluang ekonomi digital," katanya.
Data yang disampaikan dalam program tersebut mencatat Indonesia memiliki 14,68 juta produk bersertifikat halal dari 3,47 juta pelaku usaha. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 644.116 produk bersertifikat halal pada 2026.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengatakan pemerintah mendorong kesiapan industri kecil dan menengah melalui sosialisasi regulasi, edukasi, pendampingan teknis, dan sertifikasi halal. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan platform digital untuk membantu pelaku usaha mempersiapkan bisnis dan meningkatkan daya saing produk.
Kata Pelaku UMKM
Salma Nabila, pemilik Brownies Bella, UMKM asal Bandung yang berjualan di Tokopedia dan TikTok Shop, mulai mengurus sertifikasi halal pada 2025. Menurutnya, sertifikasi tersebut membuatnya lebih percaya diri saat memasarkan produk.
"Sertifikasi halal menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan konsumen, sekaligus meningkatkan daya saing," ujarnya.
Peserta juga mempelajari pembuatan video pendek, sesi LIVE, dan pemasaran afiliasi untuk menjangkau calon pembeli melalui platform digital. Tokopedia dan TikTok Shop mencatat pertumbuhan pesanan secara nasional melalui fitur LIVE sebesar 59 persen dan melalui video pendek sebesar 135 persen.
Jeannete Langitan, pemilik ZanChips asal Minahasa Utara, menceritakan pengalamannya memanfaatkan konten kreatif untuk memasarkan produk. Ia juga bekerja sama dengan kreator afiliasi guna memperkenalkan produknya pada calon pembeli baru.
Gandeng Affiliate Creator
"Konten kreatif, baik yang kami produksi sendiri maupun lewat kolaborasi dengan affiliate creator, membantu kami memperkenalkan produk di Tokopedia dan TikTok Shop pada konsumen baru. Strategi ini membantu meningkatkan penjualan sebesar 65 persen terutama saat momen besar seperti tanggal kembar," kata Jeannete.
Sejak diluncurkan pada 2024, program edukasi #WaktunyaSTARt! #JualanNyaman telah menjangkau 5.000 peserta, termasuk pelaku usaha, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, dan anak muda yang tertarik berjualan online atau menekuni profesi kreator.