Liputan6.com, Jakarta - Melonjaknya jumlah gurita di perairan Inggris akibat laut yang menghangat memberikan nelayan tangkapan baru, yang juga mengurangi jumlah tangkapan andalannya. Nilai ekspor gurita Inggris naik 12,8 juta pound sterling, atau Rp 307,6 miliar (asumsi kurs pound sterling terhadap rupiah di kisaran 24.033) tahun lalu dari 164.000 pound sterling atau Rp 3,9 miliar setahun sebelumnya. Lembaga industri Seafish mengatakan permintaan terbesar datang dari Prancis dan Spanyol.
Namun, melansir CNA, Selasa (20/10/2026), ilmuwan menemukan nelayan Inggris melaporkan dampak negatif gurita yang memakan kepiting, lobster, dan kerang. Akibatnya, hasil tangkapan berkurang 30%-50%, dan kerugian mencapai 10 juta pound sterling (Rp 240,3 miliar) pada 2025.
Advertisement
Nelayan, pembuat kebijakan, dan ilmuwan melakukan pertemuan pekan ini dalam konferensi pemerintahan setelah jumlah tangkapan gurita inggris melonjak 1.500% dari 2021. Jumlahnya meningkat hingga lebih dari 3.700 ton dari yang biasanya hanya 220 ton.
Pemerintah mengatakan pada Jumat lalu konferensi ini akan membantu menetapkan kebijakan ke depan dalam perikanan, sebuah kendala yang juga dihadapi Spanyol dan Australia beberapa tahun belakangan.
Ilmuwan yang mempelajari fenomena ini mengatakan lonjakan tersebut merupakan yang terbesar di wilayah barat daya Inggris dalam setidaknya 75 tahun terakhir. Ini merupakan pandangan baru dalam perikanan dan ekosistem pesisir.
“Kedatangan tiba-tiba oleh spesies yang berkembang biak cepat, berjangka hidup pendek, dan sangat agresif ke perairan Inggris ini mengguncang banyak pengetahuan dan ekspektasi yang selama ini kita yakini mengenai ekosistem pesisir kita,” ujar CEO Federasi Nasional Organisasi Nelayan, Mike Cohen."
Ini adalah ancaman dan kesempatan bagi nelayan, dan sebuah tantangan besar bagi manajemen perikanan," ia menambahkan.
Air Laut yang Menghangat dan Arus Laut Diduga Penyebabnya
Kepala penasihat sains di departemen lingkungan pemerintahan, Anjali Goswami, mengatakan lonjakan ini menjadi pengingat bagaimana ekosistem perairan bisa cepat berubah.
Meskipun nelayan menemukan tangkapan menguntungkan dalam semalam, beberapa juga mengatakan ini mengganggu stok hewan kerang yang selama ini mendukung sektor perikanan.
Para peneliti juga melaporkan adanya perkembangbiakan gurita biasa secara luas di perairan Inggris selama peristiwa ini.
Mereka menyatakan air laut yang lebih hangat, ditambah dengan arus laut dan angin yang mungkin telah membawa larva gurita ke utara dari Prancis dan Kepulauan Channel, merupakan beberapa faktor yang paling mungkin berkontribusi terhadap lonjakan populasi tersebut.
Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun ini menemukan bahwa setiap ledakan populasi gurita besar yang tercatat di wilayah tersebut selama 125 tahun terakhir selalu bertepatan dengan kondisi laut yang lebih hangat dari biasanya.