Gempa M 4,1 Guncang Bogor, Puluhan Warga Memilih Mengungsi

BMKG menyebut gempa yang mengguncang Bogor dan Sukabumi dipicu aktivitas sesar aktif.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 16 Oktober 2026, 20:44 WIB
Dampak gempa.

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi bermagnitudo 4,1 mengguncang wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) sore. Sebanyak 17 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara 52 warga memilih mengungsi karena kondisi rumah terdampak gempa dan kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap dampak gempa yang dirasakan warga.

"Rumah warga mengalami kerusakan dan tersebar di sejumlah wilayah," ujar Andi, Jumat (16/10/2026).

BPBD Kabupaten Bogor mencatat kerusakan terjadi di 11 kampung yang berada di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, dan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan.

Di Kampung Muaradua, Desa Cibunian, tiga rumah mengalami kerusakan ringan. Sebanyak 12 jiwa terdampak akibat kerusakan rumah tersebut.

"Kerusakan pada dinding tembok yang retak dan hancur, plafon pada bagian atap, enam jiwa dilaporkan mengungsi," terang Andi.

Sementara itu, di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, sebanyak 14 rumah di lima kampung mengalami kerusakan. Sebanyak 46 jiwa dari 14 kepala keluarga (KK) memilih mengungsi karena rumah mereka terdampak gempa.

"Ada 14 kepala keluarga atau 46 jiwa memilih untuk mengungsi karena rumahnya terdampak gempa dan rasa trauma," ucap Andi.

Andi menjelaskan, sebagian warga mengungsi karena khawatir terhadap keselamatan mereka setelah gempa. Warga memilih tinggal di tenda pengungsian sementara atau di rumah kerabat yang masih berada di wilayah yang sama.

"Ada beberapa warga yang mengungsi ke tenda sementara, ada pula ke rumah saudara di lokasi yang sama," tutur Andi.

 

BMKG Sebut Gempa Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang mengungkapkan bahwa gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor pada Kamis (15/10/2026) sore dipicu aktivitas sesar aktif.

Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan gempa tektonik terjadi pada pukul 17.49 WIB. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong dangkal.

"Wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik beruntun. Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Ana, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan analisis BMKG, gempa pertama memiliki magnitudo 3,5. Episenternya berada pada koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,61 derajat Bujur Timur (BT), atau di darat sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Gempa tersebut memiliki kedalaman sembilan kilometer.

Gempa kedua bermagnitudo 4,1 dengan episenter pada koordinat 6,73 derajat LS dan 106,60 derajat BT. Gempa ini memiliki kedalaman lima kilometer dan berlokasi di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor.

"Dari laporan masyarakat gempa dirasakan berbeda di sejumlah wilayah," terang Ana.

Di Pamijahan dan Kabandungan, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI. Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah. Getaran juga dapat menyebabkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi.

Sementara itu, di Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ketika berada di dalam truk yang melintas.

Adapun di Palabuhan Ratu, Pabuaran, dan Cicantayan, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Getaran pada skala ini dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hingga pukul 18.40 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,4," ungkap Ana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya