Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi kencan bukan lagi satu-satunya pilihan untuk mencari pasangan. Belakangan ini, running club mulai dilirik sebagai tempat berkenalan dengan orang baru sekaligus membuka peluang menemukan jodoh.
Berlari bersama, berbincang sepanjang rute, hingga menghabiskan waktu setelah latihan membuat pertemuan terasa lebih santai tanpa tekanan seperti kencan formal. Melansir Grown Mag, Jumat (16/10/26), meningkatnya minat terhadap running club sebagai ruang mencari pasangan berkaitan dengan kejenuhan sebagian orang terhadap aplikasi kencan.
Interaksi yang hanya mengandalkan foto, profil singkat, dan percakapan melalui layar dinilai kurang memberikan gambaran utuh tentang seseorang. Sebaliknya, komunitas lari menawarkan kesempatan untuk bertemu secara langsung melalui aktivitas yang sama-sama dinikmati.
Advertisement
Tren ini juga menarik perhatian generasi muda yang menginginkan pengalaman berkencan lebih alami. Alih-alih sibuk menyusun profil terbaik atau memikirkan kesan saat kencan pertama, mereka bisa memulai percakapan dari hal sederhana, seperti rute favorit, target jarak, hingga pengalaman berlari.
Menariknya, ketertarikan romantis bukan satu-satunya alasan orang bergabung. Running club juga menjadi ruang untuk memperluas pertemanan, menemukan lingkungan yang suportif, dan membangun kebiasaan olahraga secara konsisten.
Dengan begitu, seseorang tetap bisa mendapatkan pengalaman sosial yang menyenangkan tanpa harus menetapkan tujuan mencari pasangan sejak awal. Meski begitu, popularitas running club sebagai tempat mencari jodoh turut mengubah cara orang memandang kegiatan olahraga bersama.
Aktivitas yang semula berfokus pada kebugaran kini juga memiliki dimensi sosial yang semakin kuat.
Berawal dari Komunitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375183/original/047738200_1792134205-vitaly-gariev-pxYDnXRPyQE-unsplash.jpg)
Salah satu daya tarik running club sebagai tempat mencari pasangan adalah kesempatan mengenal seseorang tanpa harus langsung terlibat dalam situasi romantis. Ketika berlari bersama, percakapan dapat muncul secara spontan tanpa perlu memikirkan pertanyaan pembuka seperti saat kencan pertama.
Aktivitas fisik juga menghadirkan pengalaman yang bisa dibagikan. Mulai dari menyelesaikan rute yang menantang hingga saling menyemangati ketika mulai kelelahan, momen tersebut dapat membangun rasa kebersamaan.
Seseorang pun berkesempatan melihat bagaimana calon pasangan menghadapi tantangan, berkomunikasi, dan memperlakukan orang lain. Selain itu, pertemuan yang berlangsung berulang memungkinkan ketertarikan berkembang secara bertahap.
Tidak ada keharusan untuk langsung menentukan apakah seseorang cocok menjadi pasangan. Hubungan bisa dimulai dari obrolan ringan, berkembang menjadi pertemanan, lalu berlanjut menjadi kedekatan romantis apabila keduanya memiliki ketertarikan yang sama.
Advertisement
Risiko di Balik Tren Kencan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375184/original/041267200_1792134207-andrea-tummons-nBMNu-SBRXk-unsplash.jpg)
Popularitas running club sebagai tempat berkencan juga memiliki sisi lain. Ketika semakin banyak orang datang dengan harapan menemukan pasangan, suasana komunitas berisiko berubah dari ruang olahraga menjadi arena mencari perhatian.
Interaksi yang semestinya berlangsung alami bisa terasa seperti kompetisi untuk menarik minat orang lain. Situasi ini dapat membuat anggota yang hanya ingin berolahraga merasa kurang nyaman.
Mereka mungkin tidak ingin terus-menerus menghadapi pendekatan romantis ketika sedang menikmati kegiatan favoritnya. Ekspektasi yang berbeda juga berpotensi memicu kecanggungan, terutama ketika ketertarikan tidak berbalas atau pendekatan seseorang dianggap mengganggu.
Risiko lainnya adalah hubungan personal yang memengaruhi dinamika kelompok. Jika dua anggota menjalin hubungan lalu mengalami konflik atau berpisah, keduanya mungkin tetap harus bertemu dalam kegiatan komunitas yang sama.
Karena itu, batasan personal dan sikap saling menghormati menjadi penting agar urusan asmara tidak merusak kenyamanan anggota lainnya.
Menjaga Batasan dan Ekspektasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375185/original/071788300_1792134208-mina-rad-bZ87ZJ3L18g-unsplash.jpg)
Jika tertarik mencoba running club untuk memperluas pergaulan, mulailah dengan memilih komunitas yang sesuai dengan kemampuan berlari dan suasana yang diinginkan. Perhatikan apakah kelompok tersebut menyediakan ruang interaksi yang nyaman bagi anggota baru, tanpa menuntut kemampuan atletis tertentu.
Selanjutnya, bangun kedekatan melalui percakapan sederhana dan tunjukkan ketertarikan secara wajar. Tidak semua keramahan berarti seseorang sedang memberikan sinyal romantis. Jika ingin mengenal anggota lain lebih jauh, sampaikan niat secara sopan dan hormati jawabannya apabila ia tidak tertarik.
Penting juga untuk menjaga alasan awal bergabung. Menikmati olahraga, meningkatkan kebugaran, dan memperluas pertemanan tetap bisa menjadi pengalaman berharga meskipun tidak menemukan pasangan.
Dengan ekspektasi yang realistis, running club dapat menjadi ruang sosial yang menyenangkan, tempat seseorang bertemu orang baru tanpa menjadikan setiap interaksi sebagai kesempatan berkencan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375182/original/051402300_1792134204-martin-gleizes-lcseShCwA58-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119231/original/054127200_1738569033-brooke-cagle-JBwcenOuRCg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364991/original/043840000_1791090966-21523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369423/original/076021300_1791522795-edward-cisneros-WVG69HbLY_s-unsplash.jpg)