Kapolri Usut Dugaan Pidana Pasar Modal Imbas IHSG Anjlok

Penyidik Polri akan mengumpulkan alat bukti sebelum mengambil tindakan hukum.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 16 Oktober 2026, 15:54 WIB
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Tisha Maulida Fazriah).

Liputan6.com, Jakarta - Bareskrim Polri akan menindaklanjuti informasi dan pengaduan terkait dugaan pelanggaran pidana di pasar modal. Penyidik akan mengumpulkan alat bukti sebelum mengambil tindakan hukum.

“Kami dari Polri tentunya akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai dengan informasi dan pengaduan yang kami dapatkan, adanya dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal,” kata Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Suyudi menegaskan, tindakan hukum akan dilakukan berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan penyidik untuk memberikan kepastian hukum atas persoalan di pasar modal.

“Dan tentunya dengan alat bukti yang kami akan kumpulkan, kami akan melakukan tindakan yang tegas dalam rangka memberikan kepastian hukum terkait dengan permasalahan di dunia pasar modal ini,” ujarnya.

Anjlok Makin Dalam

Selasa (9/9/2025) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk 1,47% ke level 7.653,65. Pergerakan IHSG hari ini masih melanjutkan sentimen negatif pada sore kemarin, Senin (8/9/2025) yang ditutup turun 1,28%. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan hingga pembukaan perdagangan saham Jumat (16/10/2026) pada sesi kedua. IHSG hari ini tertekan di tengah seluruh sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, saat dipantau pukul 14.29 WIB, IHSG turun 11,02% menjadi 5.217. Indeks saham LQ45 melemah 12,93% menjadi 513,46. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 5.404,50 dan terendah 5.193,22. Sebanyak 781 saham melemah sehingga membebani IHSG. Sembilan saham menguat dan satu saham diam di tempat. Total frekwensi perdagangan saham 1.689.449 kali dengan volume perdagangan saham 58,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.000.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham basic turun 13,175, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 11,89%, sektor saham industri tergelincir 11,49%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 9,4%.

Lalu sektor saham consumer siklikal terperosok 10,69%, sektor saham kesehatan turun 10,19%, sektor saham keuangan melemah 9,18%. Lalu sektor saham properti turun 9,73%, sektor saham teknologi susut 7,12%. Lalu sektor saham infrastruktur merosot 12,96% dan sektor saham transportasi merosot 9,8%.

Saham CLEO turun 8,37% menjadi Rp 394 per saham. Harga saham CLEO dibuka turun menjadi Rp 398 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 430 per saham. Harga saham CLEO berada di level tertinggi Rp 412 dan terendah Rp 368 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.840 kali dengan volume perdagangan saham 297.056 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,8 miliar.

Harga saham DSSA turun Rp 715 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 715 dan terendah Rp 715 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.311 kali dengan volume perdagangan saham 3.880.863 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 334,5 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya