IHSG Sesi Pertama Anjlok 2,1% ke 5.814, Analis Ungkap Pemicunya

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan di tengah 621 saham memerah pada sesi pertama perdagangan Kamis, (15/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 15 Oktober 2026, 13:26 WIB
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga meninggalkan posisi 5.900 pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Kamis (15/10/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 17.938 dan seluruh sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG sesi pertama ditutup merosot 2,16% ke level 5.814,72. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,78% menjadi 583,97. Selulruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, koreksi IHSG hari ini ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia yang juga terkoreksi setelah rilis data inflasi AS September 2026 yang bergerak menguat ke 3,7% YoY yang masih cukup jauh dari target inflasi The Federal Reserve (the Fed). Ia memperkirakan, ke depan The Fed masih akan cenderung hawkish untuk kebijakan suku bunganya.

“Hal ini juga telah disampaikan beberapa waktu kemarin bahwa akan ada kenaikan Fed Fund Rate (FFR) 1 kali sebelum akhir 2026. Kami memperkirakan, dengan adanya nada hawkish ini, akan meningkatkan yield UST yang saat ini masih berada di atas 5% serta akan meningkatkan outflow dari emerging market,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 5.917,69 dan terendah 5.804,21. Sebanyak 621 saham melemah sehingga bebani IHSG. 80 saham menguat dan 89 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.096.641 kali dengan volume perdagangan saham 22,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.942.

Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham energi turun 3,71%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic merosot 3,4%, sektor saham industri terpangkas 2,82%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,11%.

Lalu sektor saham consumer siklikal turun 3,03%, sektor saham kesehatan merosot 0,81%, sektor saham keuangan terpangkas 0,89%. Lalu sektor saham properti tergelincir 2,22%, sektor saham teknologi susut 2,09%, sektor saham infrastruktur melemah 3,02% dan sektor saham transportasi terpangkas 3,01%.

 

Gerak Saham

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham CLEO susut 4,46% menjadi Rp 428 per saham. Harga saham CLEO dibuka stagnan di Rp 448 per saham. Harga saham CLEO berada di level tertinggi Rp 448 dan terendah Rp 428 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.487 kali dengan volume perdagangan saham 167.099 saham. Nilai transaksi harian Rp 7,3 miliar.

Harga saham ENRG susut 4,81% menjadi Rp 890 per saham. Harga saham ENRG dibuka turun 15 poin menjadi Rp 920 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 935 per saham. Harga saham ENRG berada di level tertinggi Rp 935 dan terendah Rp 880 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.736 kali dengan volume perdagangan saham 725.607 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 65,9 miliar.

Harga saham ANTM susut 4,92% menjadi Rp 2.900 per saham. Harga saham ANTM dibuka turun 20 poin menjadi Rp 3.030 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 3.060 dan terendah Rp 2.870 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 26.050 kali dengan volume perdagangan saham 1.011.431 saham. Nilai transaksi Rp 298,4 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya