Komisaris Dharma Polimetal Lepas 231.700 Saham DRMA

Komisaris Dharma Polimetal Noel Aelyo Laras Kusuma Negara kini memiliki 84,15 juta saham DRMA.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 10:15 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Noel Aelyo Laras Kusuma Negara melepas saham DRMA secara bertahap pada 8-12 Oktober 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (15/10/2026), Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk Noel Aelyo Laras melepas saham DRMA dalam lima kali transaksi yang berlangsung pada 8-12 Oktober 2026. Ia melepas saham DRMA dua kali pada 8 Oktober 2026 dengan jumlah masing-masing 50.000 dan 81.700. Harga saham DRMA yang dilepas antara Rp 930 dan Rp 935 per saham.

Selanjutnya ia melepas saham DRMA sebanyak 50.000 dengan harga Rp 950 per saham pada 9 Oktober 2026. Lalu pada 12 Oktober 2026, ia melepas saham DRMA masing-masing Rp 35.000 dan Rp 15.000 per saham. Harga saham DRMA di kisaran Rp 960 dan Rp 965.

Dengan demikian, total penjualan saham DRMA mencapai 231.700 dengan nilai transaksi Rp 218,36 juta.

“Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham DRMA, ia mengenggam 84.150.000 saham DRMA atau setara 1,79% saham DRMA. Sebelumnya, Noel memiliki 84.381.700 saham DRMA atau setara 1,79%.

Emiten DRMA Ekspansi Bisnis Fast Charging Station Kendaraan Listrik

Sebelumnya, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Hal ini juga sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan impor.

"Langkah ini merupakan wujud dari dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaran listrik serta mengurangi ketergantungan impor,” ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso dikutip dari keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Pengembangan fast charging station dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi merupakan bagian dari strategi DRMA untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Diharapkan, hadirnya fast charging station lokal ini dapat meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu pengisian daya, serta kenyamanan pengguna kendaraan listrik roda dua.

Terkait pengembangan infrastruktur fast charging station lokal tersebut, pada ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) 2026 ini DRMA menghadirkan Battery Energy Storage System yang terintegrasi dengan charging station buatan Perseroan.

 

 

Peluang Pertumbuhan

Di sisi lain, Perseroan juga terus mengeluarkan inisiatif untuk mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik (EV) yang sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia.

Perseroan menyediakan layanan konversi kendaraan roda dua ICE menjadi EV sebagai salah satu segmen dalam ekosistem terintegrasi Dharma Connect, DC Cross.

Perseroan menyatakan, inisiatif-inisiatif tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Indonesia.

Berkat konsistensi dalam inovasi dan diversifikasi yang telah dijalankan, DRMA berada dalam posisi yang sangat kuat untuk merealisasikan peluang pertumbuhan pada 2025. Dengan tren positif yang ada, Perseroan tetap optimistis dan yakin target penjualan sebesar Rp 6 triliun untuk periode tersebut akan dicapai sepenuhnya.

"Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis kendaraan listrik (EV) dan sektor non- otomotif yang kian ekspansif,” ujar Irianto.