Bhineka Abadi Lepas 12 Juta Saham Emiten UANG

Bhineka Abadi Investama kini memiliki 102.773.100 saham PT Pakuan Tbk (UANG).

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Pakuan Tbk (UANG) yakni PT Bhineka Abadi Investama melepas saham UANG pada 15 September 2026. Aksi penjualan saham UANG itu untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (15/10/2026), Bhineka Abadi Investama melepas 12.000.000 saham UANG di harga Rp 3.330 pada 15 September 2026.Dengan demikian, nilai penjualan saham UANG itu mencapai Rp 39,9 miliar.

“Tujuan dari transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham UANG, Bhineka Abadi memiliki 102.773.100 saham UANG dari sebelumnya 114.773.100.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan saham Rabu, 14 Oktober 2026, harga saham UANG turun 5,57% menjadi Rp 3.220 per saham. Harga saham UANG dibuka naik menjadi Rp 3.520 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.410 per saham.

Harga saham UANG berada di level tertinggi Rp 3.600 dan terendah 3.110 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.539 kali dengan volume perdagangan saham 9.211 saham. Nilai transaksi Rp 3,1 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,29% menjadi 5.943,02. Indeks saham LQ45 naik 0,92% menjadi 594,58. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus atau Nico dalam kajiannya menyebutkan, IHSG naik setelah melemah dalam dua sesi sebelumnya.

“Aksi beli pada saham-saham yang dinilai murah (bargain hunting) muncul setelah pasar menyentuh level terendah dalam tiga bulan," tutur dia, mengutip Antara.

Dari mancanegara, Nico menuturkan, pelaku pasar mencermati sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) sambil menantikan rilisnya data inflasi Amerika Serikat (AS).

Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengindikasikan satu kali kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan pada tahun ini, tetapi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut kemungkinan tidak diperlukan pada 2027.

 

Investor Menanti Dana Ekonomi AS

Sementara itu, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 5,0 persen, yang didukung oleh upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong belanja pemerintah.

Selain itu, pelaku pasar fokus menantikan rilisnya data inflasi AS yang diproyeksikan mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,4 persen year on year (yoy) menjadi 3,6 persen (yoy). Sementara inflasi inti diproyeksikan mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,4 persen menjadi 3,6 persen (yoy).

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.009,95 dan level terendah 5.906,74. Sebanyak 321 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. Namun, 280 saham menguat dan 194 saham diam di tempat.

"IHSG menguat setelah melemah selama dua sesi sebelumnya. Aksi beli pada saham-saham yang dinilai murah (bargain hunting) muncul setelah pasar menyentuh level terendah dalam tiga bulan," ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus atau Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar mencermati sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) sambil menantikan rilisnya data inflasi Amerika Serikat (AS).