Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan operasional di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Maluku. Jarak pandang yang merosot tajam hingga di bawah 2.000 meter memaksa pengelola bandara menunda dan membatalkan belasan jadwal penerbangan sejak 8 hingga 12 Oktober 2026.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Pattimura, Johan Seno Acton, menegaskan bahwa penyesuaian jadwal ini terpaksa diambil demi menghindari risiko kecelakaan udara.
Advertisement
"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Kondisi cuaca yang tidak memenuhi standar keselamatan mengakibatkan sejumlah penerbangan harus ditunda maupun dibatalkan," tegas Johan di Ambon, dikutip Antara, Senin (12/10/2026).
Catatan pengelola bandara menunjukkan gangguan penerbangan terjadi berturut-turut pada 8, 10, 11, dan 12 Oktober 2026. Praktis, hanya pada Jumat (9/10/2026) operasional pesawat sempat berjalan normal.
Rincian Gangguan Penerbangan dari Hari ke Hari
- Kamis (8/10): 4 penerbangan ditunda (Batik Air tujuan Nabire, Wings Air tujuan Dobo dan Ternate, Lion Air tujuan Makassar). Sementara 2 penerbangan dibatalkan (Lion Air tujuan Langgur, Wings Air tujuan Namlea).
- Sabtu (10/10): 2 penerbangan Lion Air tujuan Sorong dan Surabaya ditunda. Sebanyak 6 penerbangan dibatalkan (Wings Air tujuan Saumlaki, Dobo, Ternate; Batik Air tujuan Makassar, Nabire, Jakarta).
- Minggu (11/10): 1 penerbangan Lion Air tujuan Makassar ditunda. Delapan jadwal lainnya dibatalkan (Trigana Air tujuan Kufar dan Moa; Batik Air tujuan Nabire; Wings Air tujuan Dobo dan Namlea; Lion Air tujuan Langgur; Garuda Indonesia tujuan Jakarta; Wings Air tujuan Ternate).
- Senin (12/10): 5 penerbangan ditunda (Wings Air tujuan Ternate dan Dobo; Lion Air tujuan Langgur, Sorong, Surabaya, Makassar, Namlea). Empat jadwal penerbangan dibatalkan (Trigana Air tujuan Namrole dan Sanana; Smart Air tujuan Wahai dan Banda Neira).
Layanan Kompensasi dan Imbauan Penumpang
Merespons penumpukan calon penumpang di terminal, pengelola bandara membagikan service recovery berupa makanan ringan dan minuman bagi penumpang yang mengalami penundaan jadwal.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, petugas mengarahkan mereka ke area layanan pelanggan maskapai untuk mengurus refund atau reschedule. Johan menegaskan bahwa urusan kompensasi dan pengembalian tiket sepenuhnya merupakan wewenang maskapai, sementara pihak pengelola fokus menjaga kenyamanan serta ketertiban di area terminal.
Ia pun meminta calon penumpang aktif memantau pembaruan status penerbangan dari maskapai sebelum bertolak ke bandara.
Pihak manajemen Bandara Pattimura menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional ini, seraya menegaskan bahwa aspek keselamatan aviasi tetap menjadi standar utama yang tak bisa ditawar.