Warga Depok Tegur Bakar Sampah Diviralkan di Media Sosial, Akses Jalan Dipagar

Permasalahan muncul dari unggahan media sosial yang memberikan komentar beragam, pihak keluarga warga S merasa tidak nyaman dan terganggu.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 12 Oktober 2026, 17:52 WIB
Akses jalan menuju Perumahan ZenitParc yang ditutup pagar usai peneguran pembakaran sampah di Tapos, Depok. (Istimewa)

 

Liputan6.com, Jakarta - Keributan terjadi antar warga Jatijajar dengan warga Perumahan ZenitParc Cimanggis, Tapos, Depok. Keributan ini dipicu masalah pembakaran sampah yang berujung pemagaran akses jalan.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra menceritakan kronologi keributan antar warga yang viral di media sosial. Polsek Cimanggis bersama Koramil 06/Cimanggis, dan aparatur pemerintah setempat, turun tangan mendamaikan aksi warga dari kedua belah pihak.

"Iya kemarin sempat terjadi keributan, semalam sudah diselesaikan secara musyawarah di musala lingkungan sekitar," ujar Hendra, Senin (12/10/2026).

Kejadian berawal dari warga perumahan berinsial A melakukan peneguran terhadap warga setempat berinsial S, pada Selasa (29/9/2026). Saat itu warga perumahan menegur warga sekitar yang sedang membakar sampah tidak jauh dari perumahan.

"Asap dari pembakaran sampah tersebut menyebar hingga ke area Perumahan Zenit Cimanggis," jelas Hendra.

Saat melakukan peneguran, warga A sempat melakukan perekaman menggunakan handphone. Tanpa sepengetahuan warga S, hasil rekaman milik warga A diunggah ke sejumlah media sosial.

"Dari unggahan di media sosial, terdapat sejumlah komentar yang menyudutkan keluarga warga S," terang Hendra.

Dari unggahan warga A, Polisi merespon terkait permasalahan pembakaran sampah di lokasi kejadian. Tim Maung Kota Depok tidak menemukan adanya permasalahan lebih lanjut, dikarenakan masalah pembakaran sampah terjadi pada saat peneguran.

"Nah permasalahan muncul dari unggahan media sosial yang memberikan komentar beragam, pihak keluarga warga S merasa tidak nyaman dan terganggu," ucap Hendra.

Mengetahui hal itu, keluarga warga S meminta warga A untuk melakukan takedown atau penghapusan konten terkait peneguran saat pembakaran sampah. Upaya tersebut ditolak warga A. Sehingga menimbulkan kekecewaan keluarga S.

"Kondisi ini memicu kekecewaan warga hingga akhirnya dilakukan pemagaran jalan akses menuju Perumahan ZenitParc Cimanggis," ungkap Hendra.

 

Polsek Cimanggis bersama pemerintah setempat melakukan mediasi antar warga terkait buntut polemik pembakaran sampah di wilayah Tapos, Depok. (Istimewa)

Akses Jalan Dipagar, Keributan Meluas

Lantaran kecewa, keluarga S membuat pagar memanjang dari konblok di bagian badan jalan menuju Perumahan ZenitParc. Hal itu membuat warga perumahan merasa terganggu dan kesulitan memebawa kendaraannya menuju perumahan.

"Nah kemarin itu sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan upaya mediasi kembali antara kedua belah pihak, namun gagal dikarenakan warga A sedang tidak berada di rumah," tutur Hendra.

Saat warga A menggunakan mobil menuju perumahan, tidak dapat melintas dikarenakan sebagian jalan telah dipagar warga S. Akhirnya warga A memarkirkan kendaraannya di tengah jalan lingkungan. Sehingga menghambat aktivitas warga lainnya. Alhasil, keributan antar warga semakin meluas dikarenakan aksi kedua belah pihak.

"Kejadian tersebut memicu kemarahan dan emosi warga lainnya," kata Hendra.

Untuk meredam emosi warga, Polsek Cimanggis berusaha meredam emosi warga dan dilakukan mediasi kembali antara kedua belah pihak. Kedua belah pihak duduk bersama untuk mencari kesepakatan bersama sehingga permasalahan dapat diselesaikan.

"Semalam itu akhirnya sepakat berdamai dan mengakui atas kesalahan antara kedua belah pihak," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya