Dua Ditjen Jadi Sasaran Sidak Amran: Belasan Pegawai Terancam Sanksi

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman inspeksi mendadak di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan).

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 08 Oktober 2026, 19:30 WIB
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Deru mesin mobil rombongan Menteri Pertanian (mentan) Andi Amran Sulaiman mendadak masuk ke depan gedung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen Tanaman Pangan), di kawasan Pasar Minggu, Jakarta. Tak ada satu pun yang menyangka kedatangan salah satu anak buah Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Satpam Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, nampak kaget, pria berbaju putih berlabel Menteri Pertanian itu tiba-tiba masuk. Satu per satu pintu ruangan dibuka Amran. Ruang rapat hingga kantor direktur disambanginya. Beberapa ruangan kosong.

Pada inspeksi mendadak (sidak) itu, Amran kemudian masuk ke sebuah ruangan yang disebut koperasi. Ada dua orang di dekat kasir, satu pembeli minum dan lainnya adalah kasir koperasi. Sementara itu, dua orang berdiri kaget dari ruang merokok, tepat di sebelah koperasi. Mereka lebih kaget ketika mendengar pertanyaan Amran.

"Ruang merokok ini memang? Jam kerja merokok, begitu? Jam berapa sekarang? Istirahat jam dua (siang)? Siapa atasanmu? Panggil atasanmu semua, panggil semua," kata Amran di Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Amran tak menunggu bos dari tiga pegawai tersebut. Dia langsung berkeliling lagi. Dia saatnya masuk ke ruang pengadaan lelang. "Yang lelang sudah e-katalog? Gak ada lagi yang titip-titip menangkan ini-menangkan ini?," tanyanya diikuti jawaban tegas kalau pegawai yang sempat terjerat kasus titip-menitip pada 2024 sudah dicopot.

Amran tak berhenti di situ. Dia masuk ke sebuah ruangan dengan tulisan 'Direktorat Perbenihan'. Namun, tak ada seorang pun di ruangan tersebut. Merasa geram, dia meminta pejabat Ditjen Tanaman Pangan untuk menghubungi satu per satu orang-orang pengisi ruangan itu. Satpam gedung pun tak luput dari sasaran tanya Amran.

 

 

Amran Meminta Keterangan

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Dia memastikan setiap keterangan berjalan beriringan dan tak ada yang berbohong. 21 orang di ruangan Direktorat Perbenihan tengah dinas luar kota ke wilayah Subang, Jawa Barat. Dia pun meminta salah satu pejabat menghubungi langsung lewat panggilan video.

Sebelum menuntaskan sidaknya di Ditjen Tanaman Pangan, Amran lebih dahulu menghampiri dua satpam di bagian lobi utama. Dia meminta dua satpam menuliskan sepuluh nama yang sering datang terlambat.

Sidak Ditjen Hortikultura

Amran Sulaiman lantas menyambangi kantor Direktorat Jenderal Hortikultura yang berjarak kurang lebih dua ratus meter dengan berjalan kaki. Amran lagi-lagi mengejutkan pegawai Ditjen Hortikultura karena tidak masuk lewat pintu utama, melainkan pintu samping dekat parkir sepeda motor.

Tak banyak yang dia dapati di Ditjen Hortikultura. Amran masuk ke beberapa ruangan. Tiba di sebuah ruangan dengan puluhan bilik meja, Amran mendapati dua meja kosong. Dia menanyakan ke pegawai di ruangan yang sama kemana orang tersebut.

Diketahui, bilik meja yang kosong itu ditinggal para pemiliknya kunjungan kerja ke Bogor, Jawa Barat. Hal itu juga dibuktikan dengan panggilan video yang dilakukan spontan.

Selesai dari situ, Amran masuk ke ruangan selanjutnya. Dia menemukan satu meja kosong. Ketika ditanya, disebut kalau sang pemiliknya pergi izin ke musala. Belakangan diketahui, pegawai tadi tak sebatas menunaikan ibadah ke musala, tapi pergi untuk keperluan lain ke sebuah bank.

 

Tiga Sanksi Skors, Lainnya Kena Peringatan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (18/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

Amran tak lupa memanggil tiga orang yang sebelumnya kedapatan di kantin koperasi. Sanksi skors selama tujuh hari pun diberikan langsung. Surat skors-nya itu diminta tembusannya langsung ke meja Amran.

Di sela-sela hal itu, Amran akhirnya mengantongi sejumlah nama yang dia mintakan sebelumnya ke dua orang satpam. Nama-nama tersebut diduga kerap terlambat masuk kantor. Mulanya dia menanyakan apakah ada dari nama tersebut di jajaran eselon II dan eselon I, namun ternyata seluruhnya pegawai biasa.

Amran pun meminta Dirjen Tanaman Pangan untuk mengeluarkan surat peringatan bagi para orang-orang yang sering datang terlambat ke kantor itu.

“Banyak temuan, ini pentingnya sidak. Kita mau lihat apakah staff itu disiplin apa tidak, kenapa? karena Rp 1 yang keluar dari Kementan adalah uang rakyat,” tegas Amran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya