Liputan6.com, Jakarta - Pasar properti Indonesia memiliki rentang kebutuhan yang lebar, mulai dari masyarakat yang membutuhkan hunian terjangkau hingga konsumen yang mencari rumah premium. Kondisi ini mendorong pengembang untuk menggarap berbagai segmen pasar.
CEO LippoLand David Iman Santoso mengatakan perusahaan menyiapkan hunian dengan rentang harga mulai dari Rp 100 jutaan hingga Rp 1,7 miliar.
Advertisement
“Mulai dari kelas Rp 100 jutaan sampai kelas Rp 1,7 miliar pun kita akan sediakan,” kata David, dikutip Jumat (2/10/2026).
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan perluasan segmen dilakukan karena pasar properti terus berkembang. Menurut dia, setiap kelompok konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga produk hunian harus disesuaikan.
“Saya akan memulai bahwa pasar properti terus berkembang di Indonesia. Makanya, LippoLand terus memperluas segmen pasar yang kita akan lakukan,” ucap Jopy.
“Yang penting adalah kita mesti tahu kebutuhannya masing-masing segmen tersebut,” tambahnya.
LippoLand Terus Memperluas Pasar
Di tengah upaya menggarap berbagai segmen, persoalan keterjangkauan rumah masih menjadi tantangan besar. David menyebut terdapat sekitar 9 juta backlog kepemilikan rumah dan 18 juta backlog rumah tidak layak huni.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengembangkan konsep hunian dengan cicilan yang lebih rendah. Salah satu target yang disebut David adalah cicilan sekitar Rp 600 ribu per bulan.
“Jadi kalau kita lihat FLPP perumahan hari ini cicilannya itu Rp 1,2 juta, tapi kita menantang diri bisa enggak sebenarnya kita masuk ke dalam hunian dengan cicilan Rp 600 ribu,” ujarnya.
Namun, David mengakui langkah tersebut belum menyelesaikan persoalan perumahan secara keseluruhan.
“Kalau dihitung-hitung sebenarnya kita hanya menjawab bagian kecil daripada problem yang besar ini,” kata David.
Dia melanjutkan, “Maka daripada itu, kita mencoba menjadi pioneer, mencoba untuk menginspirasi untuk semua stakeholder yang ada.”
Di sisi lain, LippoLand juga menyiapkan hunian premium Brentwood Villas yang akan diresmikan di tujuh kota.