Rekonstruksi Pembunuhan Suami, Saodah Menangis di Pelukan Polisi

Warga yang berkerumun menyoraki Saodah saat ia tiba di lokasi reka ulang.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 18 Feb 2014, 14:42 WIB
Ratusan warga memadati Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa siang. Mereka hendak menyaksikan reka ulang pembunuhan Mustain. Pembunuhan berencana yang didalangi istri korban sendiri, Saodah.

Pantauan Liputan6.com, Selasa (18/2/2014), warga yang berkerumun menyoraki Saodah saat ia tiba di lokasi reka ulang. Beberapa di antara mereka mengaku tidak percaya Saodah tega merencanakan pembunuhan suaminya. Saodah dikenal berperangai baik.

"Iya, saya penasaran saja pengen melihat reka ulang. Soalnya Saodah orangnya baik," kata Ira (48), warga setempat yang mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 09.00 WIB.

Ira mengungkapkan, Saodah dan Mustain dikenal sebagai warga yang baik. Keduanya diketahui hendak menikahkan anak setelah Idul Fitri.

Di tengah keramaian, Saodah yang mengenakan seragam tahanan warna oranye itu langsung menangis di pelukan anggota polisi. Wanita asal Madura, Jawa Timur, itu mengaku malu lantaran disorot kamera oleh para wartawan. Sehingga selalu menutupi wajahnya.

Saodah merencanakan pembunuhan Mustain lantaran tak terima dimadu. Dia mengaku tidak diberi nafkah setelah suaminya menikah lagi sekitar setahun yang lalu. Istri keduanya juga diketahui sedang hamil 7 bulan. Saodah pun membayar Panidi, yang masih kakak iparnya untuk menghabisi nyawa sang suami. (Tnt/Ism)

Baca juga:

Rekonstruksi Pembunuhan Suami, Istri & Pembunuh Bayaran Dicemooh

Sewa Orang Bunuh Suami, Saodah: Tak Ada Uang Belanja Sejak Dimadu

Sakit Hati Dimadu, Saodah Habisi Nyawa Suami

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya