Pemberontak Menuding Presiden Pantai Gading Memperlambat Perdamaian

Presiden Pantai Gading, utusan pemberontak, pemimpin oposisi dan para pemimpin Afrika membahas kembali kesepakatan damai. Menurut pemberontak, ini adalah kesempatan terakhir untuk mencari solusi politis.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Juli 2004, 06:14 WIB
Liputan6.com, Accra: Pertemuan para pemimpin Afrika di Accra, Ghana, membahas konflik di Pantai Gading, Jumat (30/7). Forum ini dihadiri Presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo, utusan pemberontak, pemimpin oposisi, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan. Sekitar 12 pemimpin Afrika membicarakan keinginan untuk menghidupkan kembali kesepakatan damai di negara yang masih dilanda perang saudara tersebut.

Para pemberontak menuduh Presiden Gbagbo memperlambat kesepakatan damai. Karena itu, mereka menegaskan, pertemuan di ibu kota Ghana itu adalah kesempatan terakhir untuk menemukan solusi politis terhadap krisis di negara di wilayah barat Afrika ini. Kondisi ini membuat para diplomat khawatir pertemuan tidak bakal berhasil melahirkan sebuah terobosan baru.

Konflik yang muncul dari gagalnya kudeta pada September 2002 itu telah menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi. Kini, Pantai Gading terbagi antara wilayah utara yang dikuasai pemberontak dan daerah selatan yang didominasi pemerintah. Garis gencatan senjata di antara kedua wilayah tersebut dijaga oleh pasukan Prancis dan PBB [baca: Pasukan Perdamaian PBB Tiba di Pantai Gading].(TNA/Pin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya