Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rencana pasokan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke 100 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Penyaluran awal akan dilalukan sebelum 20 Oktober 2026.
Rizal menerangkan, langkah menebar beras SPHP Bulog ke 100 titik Kopdes Merah Putih menyusul operasional mulai 1 Oktober 2026 nanti. Hal tersebut jadi tindak lanjut mandat negara dan kerja sama Bulog dengan Agrinas Pangan Nusantara sebagai pengelola Kopdes.
Advertisement
"Dalam waktu dekat ini, sebelum tanggal 20 Oktober harus minimal ada 100 KDKMP yang bisa dijadikan pilot project untuk dimasukkan dulu yang lengkap," kata Rizal, ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Penentuan titik sebaran awal akan dikoordinasikan dengan Agrinas Pangan. Pada saat yang sama, Rizal memastikan kecukupan stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk alokasi ke beras SPHP tersebut.
Bukan tanpa persiapan, Bulog sudah mendapat mandat tambahan untuk menyalurkan tambahan 1 juta ton beras SPHP tahun ini. Sasarannya adalah daerah terdampak bencara, wilayah kekeringan imbas El Nino, hingga persiapan operasional KDKMP.
Rizal pun siap menambah pasokan ke KDKMP jika dibutuhkan lebih banyak kedepannya. "Kami siapkan sebanyak yang diminta. Jadi kami tidak batasi, karena ini program strategisnya Bapak Presiden. Perintahnya tadi dari Bapak Kepala BP BUMN, Pak Dony Oskaria, harus mendukung semaksimal mungkin. Jadi tidak ada batasan kuota," jelas dia.
BUMN Pasok Barang ke KDKMP 1 Oktober 2026
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai ditempatkan manajer dan segera beroperasi. Pasokan barang bersubsidi hingga layanan dari BUMN bisa diakses seiring dengan berjalannya operasional tadi.
Menurut dia, KDKMP bukan sebagai toko ritel modern. Namun, memiliki mandat untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi. Langkah ini seiring dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Agrinas Pangan Nusantara sebagai pengelola Kopdes Merah Putih dan para BUMN penyalur.
Gandeng BUMN
"Nanti 1 Oktober sudah ada manajer, pupuk harus drop situ, penyalurannya melalui Kopdes, barang-barang subsidi, beras SPHP, bantuan pangan, kemudian gas 3 kilo, pupuk, apa lagi tadi ya, BRILink, Mekaar itu bunganya sekarang kan subsidi dari PNM, PNM ya, PNM, pembayaran listrik, dan lain-lain," urai Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
BUMN Gandengan
Beberapa BUMN yang telah menandatangani PKS di antaranya Perum Bulog, ID Food, Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, Pos Indonesia, hingga bank pelat merah seperti BRI, BNI, Mandiri, serta BSI.
Setelah penempatan, dia berencana melakukan evaluasi pada 7 Oktober 2026, serta menelusuri operasional di berbagai daerah pada 15 Oktober 2026 mendatang.
"Kami akan bagi tugas masing-masing nanti jadi pramuniaga ya, saya jadi pramuniaga di koperasi mana, Pak Ferry jadi pramuniaga di koperasi mana untuk memperlihatkan kepada publik bahwa koperasi kita sudah mulai berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Mungkin belum semua, tapi secara bertahap," jelasnya.
Minta Manajer KDKMP Terima Penempatan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meminta manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menerima penempatan awal meski jaraknya jauh dari domisili. Penempatan tersebut bisa disesuaikan kemudian.
Zulkifli mengatakan, KDKMP akan beroperasi mulai 1 Oktober 2026, pekan ini. Terkait hal tersebut, Zulkifli memastikan aspirasi dari manajer KDKMP terpilih mengenai penempatan di luar domisili.
"Kami dengar, kami memahami, tadi sudah kami rapatkan, yang paling penting sekarang dari manajer-manajer itu harus ditempatkan, diterima dulu," kata Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).