Trenggono Siapkan 4 Pelabuhan Perikanan Modern, Ada Cilacap dan Bitung

Pelabuhan perikanan modern akan dikembangkan di empat wilayah berdasarkan potensi sumber daya dan jalur penangkapan ikan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 September 2026, 17:50 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus mengembangkan pelabuhan perikanan modern untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Setelah Cirebon, Jawa Barat dan Pengambengan, Jembrana, Bali, pemerintah menyiapkan pengembangan serupa di Cilacap, Jawa Tengah dan Bitung, Sulawesi Utara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pengembangan pelabuhan tersebut diarahkan untuk memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan sekaligus mendukung ekspor produk perikanan.

"Setelah ini nanti kita akan lakukan hal yang sama di Cilacap, kemudian Bitung. Jadi ada empat pelabuhan yang kita akan tingkatkan menjadi pelabuhan modern, international fish market kira-kira begitu," ujar Trenggono dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).

Pengembangan empat pelabuhan tersebut akan menjadi proyek percontohan atau modeling. Pemerintah akan memantau efektivitas konsep tersebut sebelum diterapkan di pelabuhan perikanan lainnya.

Trenggono mengatakan, pemerintah akan melihat hasil pembangunan di empat lokasi yang telah ditentukan, yakni Cirebon, Pengambengan, Cilacap, dan Bitung.

"Kalau ini sudah dari empat titik itu sudah kita bangun, kita akan monitor. Sama seperti yang biasa kami lakukan, baik itu pembangunan kampung nelayan merah putih, baik itu pembuatan mini RAS (budi daya ikan skala kecil), baik itu pembangunan integrated shrimp farm dan lain sebagainya, itu selalu kita buat modeling," jelasnya.

Disesuaikan dengan Potensi Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Menurut Trenggono, penentuan lokasi pelabuhan perikanan modern tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah menyesuaikannya dengan potensi sumber daya perikanan serta jalur penangkapan ikan di masing-masing wilayah.

Untuk kawasan selatan Indonesia, misalnya, pemerintah mengembangkan pelabuhan di Bali dan Cilacap. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi perikanan, termasuk tuna sirip biru dan cumi-cumi.

"Kalau mewakili Indonesia, jalur 573 itu jalur Laut Hindia yang potensi tuna sirip birunya besar, lalu kemudian cuminya juga besar, maka dua pelabuhan yang kita bikin, yang pertama di sini, yang kedua di Cilacap," kata Trenggono.

Sementara itu, Cirebon dipilih untuk mewakili kawasan Pantai Utara Jawa. Wilayah tersebut memiliki potensi komoditas cumi-cumi dan sejarah kegiatan ekspor produk perikanan.

"Lalu kemudian yang di Pantai Utara, itu juga banyak sekali cumi, itu di Cirebon. Dari Cirebon, karena Cirebon juga pertama punya sejarah ekspor yang paling besar di sana, jadi kita kembangkan," ujarnya.

Bitung Jadi Wakil Indonesia Timur

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Untuk kawasan Indonesia Timur, pemerintah memilih Bitung, Sulawesi Utara, sebagai salah satu lokasi pengembangan pelabuhan perikanan modern.

Bitung dinilai memiliki posisi penting dalam pengembangan sektor perikanan di kawasan Indonesia Timur. Selain empat lokasi tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara untuk pengembangan berikutnya.

"Berikutnya yang di Indonesia Timur. Indonesia Timur itu di Bitung. Nanti sebetulnya satu lagi di Belawan ya, tapi sedang kita studi dulu Belawan seperti apa," imbuhnya.

Pemerintah akan menggunakan hasil pengembangan empat pelabuhan sebagai bahan evaluasi sebelum memperluas konsep tersebut ke lokasi lain.

Trenggono berharap keberhasilan proyek percontohan itu dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya kekuatan ekonomi baru di sektor kelautan dan perikanan.

Dengan konsep pelabuhan modern yang terintegrasi, pemerintah tidak hanya menargetkan peningkatan layanan bagi nelayan dan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat rantai bisnis hasil tangkapan ikan hingga pasar ekspor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya