Sinopsis Sinetron Biarkan Hati Bicara Episode 59, Selasa 29 September 2026 Pukul 21.25 WIB di SCTV

Dalam kondisi setengah sadar, Fico memohon agar Arina tidak meninggalkannya.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 29 September 2026, 20:36 WIB
Biarkan Hati Bicara. (SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Firza tidak bisa menjaga Fico semalaman, karenanya Arina akhirnya memutuskan datang ke rumah Fico meski ditentang Arif. Ia merawat Fico yang demam tinggi dan terus mengigau memanggil namanya. Dalam kondisi setengah sadar, Fico memohon agar Arina tidak meninggalkannya.

Pertahanan Arina akhirnya runtuh dan ia memeluk Fico hingga keduanya tertidur. Keesokan paginya, demam Fico sudah turun. Arina masih berusaha menjaga jarak dan mengatakan bahwa semuanya tidak bisa kembali begitu saja, seperti membalik halaman buku

Biarkan Hati Bicara. (SCTV)

Namun, saat Fico menerima telepon dari Pengacara Ahmad, terungkap bahwa rekaman CCTV rumah sudah berhasil ditemukan. Fico langsung meminta salinan rekaman tersebut dikirim kepadanya serta meminta rekaman asli diamankan. Rekaman itu membuka jalan bagi Fico untuk mengungkap siapa sebenarnya yang membunuh Baskara dan menjebak Arina.

Dylan mulai menyelidiki kasus kematian Baskara dengan menyewa seorang private investigator untuk mencari dokumen yang dibutuhkan. Namun, ia mengetahui bahwa dokumen tersebut sudah lebih dahulu diambil oleh Fico.

Sementara itu, Arina masih merawat Fico yang sedang dalam masa pemulihan.

Biarkan Hati Bicara. (SCTV)

Fico kemudian melihat rekaman CCTV dari rumah tetangga dan menemukan sosok misterius yang keluar dari rumahnya setelah pembunuhan Baskara dengan tangan berlumuran darah. Ia sadar bahwa Arina sejak awal mengatakan kebenaran: ada orang lain yang membunuh Baskara.

Fico membawa Arina ke kantornya untuk melihat rekaman tersebut, tetapi ia sengaja belum menunjukkan seluruh rekaman karena masih menunggu beberapa kamera digabungkan. Arina marah karena merasa Fico kembali mengambil keputusan sendiri.

Biarkan Hati Bicara. (SCTV)

Ketegangan semakin besar ketika Dylan menyelamatkan Arina dari sebuah motor yang hampir menabraknya. Fico yang melihat Dylan memegang Arina langsung menghantam Dylan.

Arina menegur keras Fico karena kembali menggunakan kekerasan. Ia menegaskan bahwa Fico harus belajar mengendalikan emosinya, bukan terus menjadikan dirinya sebagai alasan untuk kehilangan kendali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya