Trump Bakal Bangun Pabrik Baja Terbesar di AS, Investasi Capai US$ 15 Miliar

Donald Trump mengumumkan rencana investasi US$ 15 miliar untuk membangun pabrik baja terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 September 2026, 10:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Kamis (27/8/2026). (Dok. AP Photo/Manuel Balce Ceneta)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana perusahaan baja Mesabi Metallics untuk menginvestasikan sekitar US$ 15 miliar dalam pembangunan pabrik baja yang disebut akan menjadi yang terbesar dalam sejarah AS.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump di Ruang Oval Gedung Putih. Pabrik tersebut direncanakan dibangun di Iowa dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2030.

Mesabi Metallics mengatakan proyek tersebut akan menghasilkan “100% baja Amerika: ditambang, dilebur, dan dicetak di Minnesota dan Iowa.”

Bahan baku bijih besi akan berasal dari tambang Mesabi di wilayah Iron Range, Minnesota. Proyek tambang tersebut bernilai lebih dari US$ 2,5 miliar dan baru mulai berproduksi setelah dikembangkan selama sekitar dua dekade.

Tahap pertama pabrik baja Iowa diperkirakan menghasilkan sekitar 7,5 juta ton per tahun dan mendukung hingga 6.000 lapangan kerja konstruksi.

Kapasitasnya nantinya ditargetkan meningkat menjadi 10 juta ton per tahun dan menciptakan sedikitnya 1.750 pekerjaan permanen.

Tarif Impor Baja 25%

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 19 September 2025. (Dok. AP/Alex Brandon)

Trump didampingi CEO Mesabi Metallics Joe Broking dan Chairman Rewant Ruia saat pengumuman tersebut. Sejumlah pejabat pemerintah AS dan pejabat terpilih dari Iowa juga hadir.

Rencana investasi ini muncul setelah Trump menerapkan tarif 25% terhadap impor baja dan aluminium pada awal masa jabatan keduanya. Tarif tersebut kemudian dinaikkan menjadi 50%.

Kebijakan tarif tersebut ditujukan untuk mendorong manufaktur dalam negeri. Namun, para pengkritik menilai tarif justru berperan besar dalam mendorong harga baja AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah kelompok perdagangan baja AS justru mendukung kebijakan tersebut. Dalam surat kepada Trump pada Jumat, mereka menyebut tarif baja telah mendorong investasi yang diumumkan dan sedang berjalan senilai US$ 47 miliar.

Mereka meminta Trump tidak melemahkan tarif tersebut karena langkah itu dinilai dapat membahayakan perkembangan investasi industri baja AS.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan di Ruang Oval bahwa rencana pembangunan pabrik tersebut merupakan “kesepakatan yang sudah selesai”.

 

Memperkuat Industri AS

Meski demikian, proyek konstruksi jangka panjang dapat menghadapi perubahan maupun hambatan selama proses pembangunannya. Proyek tambang bijih besi Mesabi di Minnesota, misalnya, sebelumnya ditargetkan selesai pada 2016. Namun, perusahaan di balik proyek tersebut kemudian mengajukan kebangkrutan.

Trump juga pernah mendukung proyek investasi besar yang pada akhirnya tidak mencapai target awal. Pada masa jabatan pertamanya, Trump menghadiri peletakan batu pertama pabrik Foxconn senilai US$ 10 miliar di Wisconsin dan menyebut proyek itu sebagai “keajaiban dunia kedelapan”.

Namun, pada 2021, Foxconn memangkas rencana investasinya menjadi US$ 672 juta dan mengurangi target lapangan kerja baru menjadi 1.454 dari sebelumnya 13.000.

Juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers mengatakan rencana pabrik baja tersebut menunjukkan upaya Trump untuk memperkuat industri AS.

“Presiden Trump memenuhi janjinya untuk membangun kembali industri Amerika, mengembalikan manufaktur ke dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja baru,” kata Rogers.

“Pengumuman hari ini menegaskan upaya bersejarah Presiden untuk menghidupkan kembali industri baja AS, mendukung masyarakat lokal, memperkuat rantai pasok, dan melindungi keamanan nasional,” lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya