Peserta P4N Angkatan 70 Lemhannas RI Pelajari Pengembangan Energi di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Peserta P4N Angkatan 70 Lemhannas RI mengunjungi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mengkaji isu strategis serta meninjau sejumlah proyek energi.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 29 September 2026, 07:30 WIB
Peserta P4N Angkatan 70 Lemhannas RI. Foto dok. Lemhannas RI

Liputan6.com, Jakarta - Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-70 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) melaksanakan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 8-10 September 2026.

Di masing-masing provinsi, peserta dibagi menjadi kelompok A dan B dengan fokus serta lokasi kunjungan yang berbeda. Mereka melakukan audiensi, peninjauan lapangan, dan diskusi untuk mendalami isu strategis di daerah tujuan.

Kunjungan Peserta di Jawa Tengah

Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. mendampingi kegiatan SSDN peserta P4N Angkatan 70 di Jawa Tengah. Pada hari pertama, rombongan mengunjungi Kantor Gubernur Jawa Tengah dan disambut Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K.

Pada hari kedua, kelompok Jawa Tengah A terbagi menjadi dua tim. Tim 1 mendatangi PT PLN Indonesia Power UBP Mrica di Banjarnegara untuk meninjau instalasi dan permukiman serta mewawancarai warga sekitar. Tim 2 mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng milik PT Geo Dipa Energi untuk meninjau lokasi dan berbincang dengan warga sekitar.

Kelompok Jawa Tengah B juga memulai kegiatan dengan kunjungan ke kantor Gubernur Jawa Tengah. Pada hari kedua, kelompok Jawa Tengah B dibagi menjadi dua tim. Tim 1 bergerak menuju Pemerintah Kota Surakarta dan mengunjungi Kantor Wali Kota Surakarta, Kapolresta, Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo.

Lalu, Tim 2 bergerak ke Kabupaten Klaten untuk mengunjungi Pemerintah Kabupaten Klaten, Polres Klaten dan Kodim 0723/Klaten. Di Klaten, peserta meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikelola oleh PT Tirta Investama (Danone Aqua) sebuah contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya melakukan kunjungan dan audiensi, tetapi juga melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama para narasumber, seperti perwakilan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta akademisi bidang energi.

Peninjauan Proyek Energi di Jawa Timur

Provinsi yang menjadi tujuan lain SSDN P4N Angkatan 70 adalah Jawa Timur. Di Jawa Timur, rombongan juga terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Jawa Timur A dan B. Kedua kelompok ini memiliki tujuan awal yang sama, yaitu mengunjungi kantor Gubernur Jawa Timur. Kelompok Jawa Timur A berfokus pada kunjungan ke Kabupaten Pasuruan. Setelah bertemu oleh Bupati Pasuruan, Dandim, dan Kapolres, kelompok ini melanjutkan peninjauan kedua objek energi terbarukan.

Objek pertama adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Kanzy yang terletak di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi. Objek kedua adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PT HM Sampoerna Tbk yang berada di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo.

Kelompok Jawa Timur B melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Malang. Kelompok ini bertemu Bupati Malang beserta jajaran setempat. Objek utama yang ditinjau oleh kelompok ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karangkates (SUTAMI) dan PLTS Terapung Karangkates. Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga melaksanakan diskusi teknis bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pihak manajemen PLTA dan PLTS.

Seluruh rangkaian kegiatan SSDN di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ini diharapkan dapat mengonfirmasi berbagai persoalan yang ditemukan berdasarkan isu-isu strategis sesuai tema SSDN di daerah tujuan masing-masing dan dapat terlaksananya penyusunan produk kelompok, sebagai suatu bentuk pembelajaran dalam rangka peningkatan kapasitas dan kapabilitas kader pimpinan tingkat nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya