Indonesia Luncurkan Kampanye Pencalonan Anggota Tidak Tetap DK PBB 2029–2030

Ada empat prioritas yang diusung Indonesia sebagai kandidat Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2029–2030.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 27 September 2026, 07:00 WIB
Menlu RI Sugiono resmi meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2029–2030 di New York, Jumat (25/9/2026). (Dok. Kemlu RI)

Liputan6.com, Washington, DC - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono secara resmi meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029–2030 di New York, Jumat (25/9/2026).

Indonesia mengusung tema "Fostering Unity, Advancing Peace", yang mencerminkan komitmen untuk menjembatani perbedaan dan memperkuat upaya mewujudkan perdamaian.

 

"Dunia membutuhkan DK PBB yang mampu mendengar dan, yang lebih penting, mampu menghasilkan langkah nyata. Indonesia akan membawa pengalaman, komitmen terhadap dialog, dan kesiapan untuk bekerja dengan semua pihak untuk mencari titik temu di tengah berbagai perbedaan," tegas Menlu Sugiono dalam pernyataan tertulis yang dibagikan Kementerian Luar Negeri RI.

Komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan internasional merupakan amanat konstitusi dan telah menjadi landasan politik luar negeri bebas aktif.

Rekam jejak Indonesia tercermin dari semangat Bandung, peran aktif di ASEAN, kontribusi sebagai salah satu penyumbang personel terbesar bagi Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, serta empat kali menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB pada 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2020.

4 Prioritas Utama Indonesia

Menlu RI Sugiono berbincang dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan saat secara resmi meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2029–2030 di New York, Jumat (25/9/2026). (Dok. Kemlu RI)

Sebagai kandidat Anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2029–2030, Indonesia membawa empat prioritas utama.

  • Pertama, mendorong kesiapan DK PBB menghadapi lanskap keamanan yang terus berubah.
  • Kedua, memperkuat peace continuum dengan pencegahan dan mediasi hingga peacekeeping dan peacebuilding.
  • Ketiga, memperluas keterlibatan perempuan dan generasi muda serta memperkuat kerja sama dengan organisasi regional dan subregional.
  • Keempat, mendorong DK PBB yang lebih efektif, transparan, dan inklusif.

Peluncuran kampanye dihadiri Perdana Menteri Saint Lucia Philip J. Pierre, Menlu Filipina Theresa P. Lazaro, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Wamenlu Georgia Lasha Darsalia, serta lebih dari 130 perwakilan negara anggota PBB, termasuk Palestina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya