Jepang dan AS Bahas Yen, Sepakat Nilai Tukar Terlalu Rendah Jadi Masalah

Menteri Keuangan Jepang dan AS membahas pergerakan yen di tengah kekhawatiran Presiden Trump terhadap pelemahan mata uang Jepang.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 26 September 2026, 16:30 WIB
Mata uang Yen Jepang. (Foto AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent membahas pergerakan nilai tukar yen pada Jumat. Pembicaraan berlangsung di tengah kekhawatiran Presiden AS Donald Trump terhadap pelemahan yen Jepang.

Mengutip Anadolu, Sabtu (26/9/2026), kedua pejabat keuangan tersebut membahas isu nilai tukar melalui pertemuan daring. Keduanya juga menegaskan bahwa nilai yen yang terlalu rendah merupakan sebuah masalah.

Katayama mengatakan dirinya berharap penjualan yen secara berlebihan mulai mereda. Menurut dia, kemungkinan terjadi “kesalahpahaman” di pasar yang menyebabkan tekanan terhadap yen, sehingga tren tersebut berpotensi berbalik.

Bessent sebelumnya mendorong Tokyo untuk memperkuat yen. Pelemahan yen dinilai dapat meningkatkan tekanan inflasi di Jepang. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang berpotensi mendorong imbal hasil surat utang AS lebih tinggi.

Bessent mengatakan pembicaraannya dengan Katayama berlangsung produktif.

“Pembicaraan kami melanjutkan diskusi Presiden Trump dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi awal pekan ini dan mencerminkan kuatnya kemitraan AS-Jepang,” kata Bessent melalui X.

 

Pertemuan Trump dan Sanae Takaichi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menghadiri upacara penandatanganan di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (28/10/2025). (Dok. Kiyoshi Ota/Pool Photo via AP) 

Bessent menambahkan, dirinya dan Katayama juga membahas pentingnya yen yang kuat dan mencerminkan fundamental ekonomi Jepang. Keduanya sepakat menjaga komunikasi yang erat terkait perkembangan pasar valuta asing.

“Kami membahas pentingnya yen yang kuat yang mencerminkan fundamental ekonomi Jepang yang kuat, serta pentingnya tetap menjalin komunikasi erat mengenai pasar valuta asing,” tambah Bessent.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebelumnya bertemu dengan Trump pada Selasa. Dalam pertemuan tersebut, Trump menyampaikan kekhawatirannya mengenai pelemahan yen, menurut Katayama.

Mengutip penyiar publik NHK, Katayama mengatakan Takaichi merespons bahwa secara umum, nilai yen yang terlalu rendah merupakan persoalan.

“Takaichi menjawab bahwa, secara umum, undervaluasi yen merupakan masalah,” kata Katayama seperti dikutip NHK.

Jepang dan AS merupakan sekutu pertahanan. Sekitar 50.000 tentara AS ditempatkan di Jepang berdasarkan kerja sama keamanan bilateral yang telah berlangsung sejak berakhirnya Perang Dunia II pada 1945.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya