Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengajak 300 badan usaha untuk serentak memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Lantas, dari mana anggaran-nya dikucurkan?
Hanif mengatakan anggaran pemadaman serentak ini dihitung oleh masing-masing perusahaan. Dia menyiratkan tidak ada anggaran negara yang digunakan dalam aksi serentak tersebut.
Advertisement
"Untuk anggaran, sekali lagi ini kita koroyokan ya, kita mengundang semua unit usaha yang berada di Kalimantan Selatan, jadi masing-masing akan mengkalkulasi," kata Hanif di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dia mengatakan, pemerintah melalui Kemenko Pangan akan memberikan petunjuk teknis pada upaya pemadaman karhutla serentaknktu. Termasuk, alat seperti selang, kebutuhan pompa, hingga tenaga tang diperlukan. "Kemudian larutan apa yang untuk kemudian formulasi itu untuk mencegah menjalar-nya api," ujarnya.
"Kita tahu bahwa gambut yang sudah kering terdegradasi, tidak lagi mampu menyimpan air, sehingga harus ada formula khusus yang mengikat permukaan gambut itu sehingga tidak mudah terbakar kembali," ujar dia.
Hanif juga membebaskan perusahaan yang nantinya ikut terlibat untuk merekrut tenaga lokal. Tenaga tambahan itu diusulkan untuk mendapat upah yang disepakati.
"Berapa biayanya kita tidak ingin mencampuri. Jadi masing-masing perusahaan akan diberikan zona seluas berapa, ini yang harus sampai padam, kita akan kontrol penuh," tegas dia.
300 Pengusaha Keroyokan Padamkan Karhutla
Sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemerintah mengerahkan kekuatan tambahan dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. 300 pengusaha bakal diminta terlibat untuk memadamkan api.
Hanif telah memanggil ratusan pengusaha di Kalimantan Selatan untuk merencanakan gerakan serentak memadamkan titik api pada karhutla di kawasan utama. Seperti kawasan dekat bandara.
"Jadi short term-nya kita padamkan dalam waktu 1-2 minggu kita gerak serentak 300 unit usaha yang besar semua," ungkap Hanif usai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Membagi Wilayah Pemadaman
Dia menerangkan, upaya ini sejalan dengan mandar Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026. Adapun, total lahan yang jadi sasaran penanganan seluas 3 ribu hektare di Kalimantan Selatan.
"Kita telah membagi wilayah dalam zona-zona tertentu, nanti masing-masing perusahaan akan mendapat tugas untuk melakukan penanggulangan pada zona-zona tertentu sampai habis, sampai mati, sampai apinya padam," katanya.
Hanif mengaku bukan perkara mudah memadamkan api di lahan gambut Kalsel. Sebelumnya, pemerintah pernah melalukan pemadaman secara parsial, namun api kembali muncul di titik lain sehingga belum sepenuhny efektif.
"Kita kemudian merencanakan ke depan bahwa ini api harus kita keroyok habis. Jadi semua potensi yang muncul api harus dilakukan pemadaman serentak, sehingga api tidak sempat lagi menjalar," tutur dia.
Penanganan Karhutla
Sebelumnya, Pemerintah terus mengerahkan kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla terus dilakukan.
"Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Teddy menyampaikan sebanyak 64 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla sejak Agustus 2026. Selain itu, 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat TNI terus bergerak melakukan water bombing.