Thailand Tambah Autogate di Bandara Bangkok untuk 31 Negara, Ada Indonesia?

Total, wisatawan dari 33 negara bisa memakai autogate di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand.

oleh Alfareza RamadhaniDiterbitkan 25 September 2026, 20:00 WIB
Ilustrasi Bandara Suvarnabhumi Thailand. (dok. Markus Winkler/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Thailand menambah akses autogate di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, bagi wisatawan dari 31 negara. Kini, wisatawan dari total 33 negara kini dapat menggunakan gerbang imigrasi otomatis saat tiba di Negeri Gajah Putih, dibandingkan sebelumnya yang hanya mencakup dua negara.

Wisatawan yang memenuhi syarat dapat melewati pemeriksaan imigrasi melalui gerbang otomatis tanpa mengantre di jalur pemeriksaan manual. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Thailand mengurangi kepadatan di area imigrasi, terutama saat arus kedatangan meningkat.

Bandara Suvarnabhumi merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara. Pada musim ramai, bandara ini dapat melayani sekitar 140 ribu hingga 150 ribu kedatangan. Volume penumpang yang memasuki area imigrasi bahkan dapat mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per jam pada periode tertentu.

Pemerintah Thailand juga menambah petugas imigrasi pada jam sibuk dan menata kembali area pemeriksaan untuk memperlancar pergerakan penumpang. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi antrean ketika jumlah kedatangan meningkat.

Biro Imigrasi Thailand menyetujui perluasan akses autogate secara prinsip pada 17 Agustus 2026. Sistem kemudian menjalani penyesuaian dan pengujian oleh Airports of Thailand sebelum layanan diperluas pada 22 September 2026.

Melansir Time Out, Rabu, 23 September 2026, penerapan akses tersebut dilakukan secara bertahap. Artinya, pemegang paspor dari 33 kewarganegaraan yang masuk daftar belum tentu langsung dapat menggunakan autogate.

Kelayakan tetap bergantung pada kewarganegaraan, data biometrik, serta persyaratan yang ditetapkan otoritas imigrasi Thailand. 

Syarat Menggunakan Auto Gate

Ilustrasi menunggu bagasi di bandara Thailand. (dok. Rach Teo/Unsplash)

Wisatawan yang pernah berkunjung ke Thailand menjadi salah satu kelompok yang dapat memanfaatkan autogate pada tahap awal perluasan layanan. Sistem dapat mengenali penumpang melalui data biometrik yang telah tersimpan, sehingga proses pemeriksaan tidak perlu diawali dengan pengambilan data di konter imigrasi.

Sementara itu, wisatawan yang baru pertama kali tiba di Thailand masih diarahkan ke jalur pemeriksaan manual. Sebelum berangkat, wisatawan juga perlu mengisi Thailand Digital Arrival Card (TDAC).

Kartu kedatangan digital tersebut wajib dilengkapi sebelum tiba di negara tersebut sebagai bagian dari persyaratan perjalanan sebelum jadwal penerbangan berlangsung. Data yang disampaikan melalui TDAC dapat digunakan dalam proses kedatangan dan pemeriksaan imigrasi.

33 Negara yang Mendapat Akses Autogate

Di Bangkok kamu bisa melihat berbagai yang menarik hingga mencicipi hidangan lezat seperti Mango Sticky Rice. (Foto: Official Instagram Agoda/@Agoda)

Daftar wisatawan yang kini dapat menggunakan autogate di Bandara Suvarnabhumi mencakup 33 negara dan wilayah, yakni Australia, Austria, Belgia, Kanada, Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hong Kong, Hungaria, Irlandia, Italia, Jepang, Latvia, Luksemburg, Malaysia, Malta, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Singapura, Slovakia, Slovenia, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Wisatawan dari Indonesia masih perlu menggunakan jalur imigrasi reguler saat tiba di Suvarnabhumi. Akses autogate ditentukan berdasarkan daftar kewarganegaraan yang ditetapkan otoritas Thailand, bukan semata-mata karena wisatawan memperoleh fasilitas bebas visa.

Singapura dan Hong Kong termasuk penerima akses sebelumnya, sementara 31 negara dan wilayah lainnya baru ditambahkan dalam perluasan layanan.

Digitalisasi Layanan Imigrasi

Bangkok, Thailand. (Photo: Florian Wehde/Unsplash)

Saat rencana perluasan diumumkan, pemerintah Thailand menyebut autogate dapat melayani hingga 53 persen penumpang internasional yang tiba di negara tersebut. Sistem ini juga diproyeksikan membuka akses bagi sekitar 6,5 juta wisatawan tambahan dan 900 ribu pemegang visa jangka panjang setiap tahun.

Otoritas Thailand menyatakan kesiapan peralatan, sistem keamanan, serta ketersediaan data biometrik menjadi faktor dalam pengembangan layanan. Pemegang kategori visa tertentu juga dapat memperoleh akses pada tahap selanjutnya sesuai kebijakan yang berlaku.

Perluasan autogate berjalan seiring dengan digitalisasi layanan imigrasi Thailand, termasuk penerapan TDAC. Bagi penumpang yang memenuhi persyaratan, fasilitas ini menawarkan proses pemeriksaan yang lebih praktis tanpa harus melalui konter manual, dengan tetap mengikuti petunjuk petugas dan ketentuan imigrasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya