Pemanasan Global Siap-siap Meningkat 25%

Penelitian ETH Zurich menunjukkan pemanasan global berpotensi meningkat 25% lebih tinggi jika kebijakan iklim tidak berubah.

oleh Septian DenyDiterbitkan 23 September 2026, 13:00 WIB
Jepang menjadi salah satu negara yang mengalami gelombang panas ekstrem. (Kazuhiro NOGI/AFP)

Liputan6.com, Bern - Suhu global diperkirakan bisa melonjak sekitar 3,25 derajat Celsius (5,85 derajat Fahrenheit) pada akhir abad ini jika kebijakan iklim saat ini tidak berubah. Proyeksi tersebut membuat skenario pemanasan terburuk yang dipersiapkan Swiss semakin mungkin terjadi.

Dikutiip dari Anadolu, Rabu (23/9/2026), kesimpulan itu berasal dari penelitian para peneliti ETH Zurich di Swiss dan Leipzig University di Jerman. Studi tersebut menunjukkan bahwa proyeksi iklim sebelumnya kemungkinan meremehkan tingkat pemanasan yang akan terjadi di masa depan, seperti dilaporkan Swissinfo, Selasa.

Peneliti doktoral ETH Zurich sekaligus penulis utama studi, Gergana Gyuleva, mengatakan pemanasan diperkirakan 25 persen lebih tinggi jika tidak ada pemangkasan emisi yang segera dan drastis.

"Untuk setiap lintasan emisi tanpa pemangkasan emisi yang segera dan drastis, kami memperkirakan pemanasan akan menjadi 25 persen lebih tinggi," kata Gyuleva.

Menurut dia, hasil penelitian tersebut tidak mengubah kondisi yang akan terjadi jika dunia mengalami pemanasan 3 derajat Celsius. Namun, temuan itu menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi lebih cepat atau peluang terjadinya menjadi lebih besar.

"Apa yang terjadi di dunia dengan suhu 3 derajat Celsius tidak berubah berdasarkan hasil kami. Hasil kami hanya mengubah seberapa cepat atau seberapa mungkin dunia dengan suhu 3 derajat Celsius itu terjadi," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya