Liputan6.com, Jakarta - XPeng mulai mengubah strategi bisnisnya untuk mengejar profitabilitas. Tak hanya mengandalkan penjualan mobil listrik, XPeng kini berencana menawarkan teknologi yang dikembangkannya kepada produsen otomotif asing, pemasok komponen, hingga perusahaan pengembang perangkat lunak.
Strategi tersebut merupakan pengembangan dari kerja sama XPeng dengan Volkswagen (VW) di China. Melalui kemitraan tersebut, teknologi XPeng telah digunakan pada Volkswagen ID. UNYX 08, SUV listrik yang dikembangkan untuk pasar China.
Advertisement
XPeng berencana menawarkan sejumlah teknologi yang dimilikinya kepada calon mitra global. Portofolio tersebut mencakup arsitektur elektrikal dan elektronik kendaraan, sistem kokpit pintar, perangkat lunak bantuan pengemudi, hingga chip kecerdasan buatan (AI) Turing.
Kolaborasi XPeng dan Volkswagen menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi perusahaan China tersebut mulai dimanfaatkan oleh merek otomotif global.
Pada ID. UNYX 08, Volkswagen menggunakan platform kelistrikan 800 volt serta teknologi bantuan pengemudi canggih berbasis Level 2.
Model tersebut juga dibekali teknologi pintar dari XPeng, termasuk sistem intelligent driving dengan kemampuan komputasi tinggi.
Keberhasilan kolaborasi tersebut kemudian menjadi pijakan XPeng untuk memperluas bisnis teknologi di luar penjualan kendaraan.
Ke depan, XPeng berencana memperluas skema lisensi dan kustomisasi teknologi kepada lebih banyak perusahaan.
Selain produsen mobil, calon pengguna teknologi tersebut dapat berasal dari pemasok otomotif maupun pengembang perangkat lunak global.
Teknologi yang ditawarkan meliputi arsitektur elektrikal dan elektronik kendaraan, sistem kokpit pintar, perangkat lunak bantuan pengemudi, serta chip AI Turing buatan XPeng.
Perusahaan juga membuka peluang untuk memperluas pemanfaatan teknologinya ke sektor robotaxi, robot humanoid, dan berbagai aplikasi kecerdasan buatan.
Langkah ini berpotensi memberikan XPeng sumber pendapatan baru yang tidak sepenuhnya bergantung pada margin penjualan kendaraan. Strategi tersebut juga sejalan dengan perkembangan kinerja keuangan XPeng.
XPeng Juga Kembangkan Robot Humanoid
Dalam laporan keuangan kuartal II 2026, XPeng membukukan pendapatan total sebesar 19,74 miliar yuan. Pendapatan dari penjualan kendaraan mencapai 17,05 miliar yuan, meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan dari layanan dan bisnis lainnya mencapai 2,70 miliar yuan. Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat secara tahunan.
Menariknya, margin bisnis layanan dan lainnya XPeng juga jauh lebih tinggi dibandingkan margin kendaraan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi bisnis yang lebih menguntungkan di luar penjualan mobil.
Meski demikian, XPeng masih mencatat rugi bersih pada kuartal II 2026. Kondisi tersebut membuat upaya mengembangkan sumber pendapatan dengan margin lebih tinggi menjadi semakin penting bagi perusahaan.
Selain teknologi otomotif, XPeng juga memperluas bisnisnya ke sektor robotika.
Perusahaan telah memulai produksi lini robot humanoid IRON. Produksi awal tersebut menjadi bagian dari langkah XPeng untuk membawa pengembangan robot humanoid dari tahap riset dan pengembangan menuju produksi.
XPeng juga mengembangkan bisnis robotaxi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan chip Turing buatannya sendiri.
CEO XPeng, He Xiaopeng, optimistis bisnis robot humanoid berpotensi menghasilkan margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan bisnis kendaraan konvensional.
Dengan demikian, XPeng tidak hanya ingin dikenal sebagai produsen mobil listrik. Perusahaan tengah membangun model bisnis yang menggabungkan kendaraan, perangkat lunak, AI, robotaxi, hingga robotika.
Jika strategi lisensi teknologi tersebut berhasil diperluas ke berbagai perusahaan global, XPeng berpeluang mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari teknologi yang selama ini dikembangkan untuk kendaraan buatannya sendiri.
Bagi XPeng, mobil listrik kini bukan lagi satu-satunya produk. Teknologi di balik kendaraan tersebut justru mulai diposisikan sebagai aset bisnis yang dapat digunakan oleh perusahaan lain.