Liputan6.com, Jakarta - Keindahan pantai menjadi salah satu daya tarik utama Asia Tenggara. Pengalaman menikmati kawasan ini pun hadir lewat sejumlah resor yang menawarkan suasana pulau, hutan, budaya lokal, hingga kehidupan laut.
Indonesia menjadi salah satu negara yang menawarkan resor pulau pribadi dengan akses terbatas untuk pengalaman eksklusif. Dalam daftar hotel pantai terbaik Asia Tenggara versi Condé Nast Traveller, empat resor Indonesia masuk pilihan editor.
Advertisement
Setiap properti dipilih berdasarkan desain, lokasi, pelayanan, dan komitmen terhadap keberlanjutan, serta ditulis jurnalis yang mengenal dan pernah menginap di sana.
Daftar diperbarui mengikuti kemunculan hotel baru dan perkembangan properti. Berikut empat resor Indonesia yang masuk daftar tersebut, melansir situs publikasi itu, Selasa, 22 September 2026.
1. Bawah Reserve, Kepulauan Anambas — Pilihan untuk Menginap di Vila Atas Air
Bawah Reserve berada di Kepulauan Anambas dan menempati pulau terbesar dari enam pulau dalam sebuah kepulauan kecil. Lokasinya menawarkan suasana terpencil dengan lanskap hutan dan perairan yang masih terasa alami.
Resor ini memiliki 36 suite, vila, dan lodge. Pilihannya mencakup vila di atas air, vila yang menghadap pantai, serta tempat menginap yang berada di tengah hutan. Tamu juga dapat menjelajahi jalur di kawasan hutan primer, menikmati spa yang menyatu dengan alam, atau bersantap di sejumlah restoran dan bar.
Kejernihan laut menjadi salah satu daya tarik Bawah Reserve. Kehidupan laut di sekitar pulau bahkan dapat terlihat tanpa harus mengenakan masker. Resor ini berada sekitar 80 menit penerbangan dari Batam, menjadikannya salah satu properti yang menawarkan pengalaman pelarian dari hiruk-pikuk kota.
2. Cempedak Private Island — Pilihan untuk Bulan Madu
Cempedak Private Island menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep pulau pribadi seluas 42 acre. Vila-vilanya dibangun menggunakan bambu dengan atap alang-alang, lalu ditempatkan di antara hutan dan tepian South China Sea.
Kawasan pulau menjadi habitat bagi sejumlah satwa, termasuk biawak dan rangkong. Konsep properti dirancang dengan prinsip keberlanjutan yang ketat, sementara statusnya sebagai resor khusus dewasa membuat suasananya lebih tenang dan privat.
Vila bambu dengan bentuk arsitektur melengkung dilengkapi tempat tidur bergaya four-poster dan kolam berbentuk tetesan air. Jalur-jalur kayu yang ditinggikan menghubungkan sejumlah area resor, termasuk restoran yang menyajikan hidangan Indonesia dengan pendekatan minim limbah.
Pengalaman di Cempedak juga mencakup pijat Bali, olahraga air, dan tur ekologi. Resor ini turut menawarkan program wellness serta kegiatan khusus seperti akhir pekan bertema misteri. Cempedak sebelumnya juga masuk Gold List Condé Nast Traveller untuk hotel terbaik di dunia 2026.
3. Nihi Sumba — Pilihan untuk Berselancar
Nihi Sumba berada di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebuah destinasi yang masih memiliki bentang alam luas dan relatif jauh dari kepadatan wisata seperti Bali. Perjalanan menuju resor membutuhkan sekitar 1,5 jam berkendara dari bandara melalui desa-desa pedesaan dan jalan pegunungan.
Resor ini menempati garis pantai liar sepanjang 2,5 kilometer. Kawasannya dikenal dengan ombak selancar dan aktivitas berkuda di tepi pantai yang menjadi bagian dari pengalaman khas Nihi Sumba.
Vila-vila Nihi menggunakan material alami dengan atap tinggi yang terinspirasi dari arsitektur tradisional Sumba. Sejumlah vila memiliki taman dan kolam renang pribadi yang menghadap lanskap pesisir.
Dua restoran tersedia di dalam resor dengan suasana yang berbeda. Pengalaman di Nihi juga mencakup equestrian healing, mulai dari berkuda menyusuri pantai saat matahari terbit hingga pijat yang dilakukan dengan kehadiran kuda di sekitar tamu.
4. Aloita Resort — Pilihan untuk Berselancar
Aloita Resort berada di Pulau Aloita, salah satu pulau kecil di Kepulauan Mentawai, lepas pantai Sumatra. Letaknya yang terpencil membuat kawasan ini selama bertahun-tahun lebih banyak didatangi wisatawan yang memang mencari pengalaman berselancar.
Resor yang dikelola keluarga tersebut kini menyambut wisatawan dengan minat yang lebih beragam. Tamu dapat menikmati berbagai olahraga air, bersantai di kabana menghadap laut, berjalan menyusuri pantai sepanjang 2 kilometer, bermain pingpong, atau duduk di kursi gantung yang berada di bawah pohon kelapa.
Karakter Aloita terletak pada kemampuannya mempertahankan identitas sebagai destinasi selancar sambil menawarkan pengalaman yang lebih santai. Suasana komunal tetap terasa, tetapi pasangan yang mencari privasi juga memiliki ruang untuk menikmati suasana pulau.